dari katong par katong samua

BI Maluku Dukung Tanam Cabai Dan Bawang

31
Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Maluku merealisasikan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) dengan mendukung penanaman perdana anakan cabai seluas 20 hektare dan bawang merah 10 hektare sebagai bagian dedikasi untuk negeri di dusun Taeno, desa Rumah Tiga, kecamatan Teluk Ambon, Selasa (5/9).

Ambon, Tribun-Maluku.com : Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Maluku merealisasikan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) dengan mendukung penanaman perdana anakan cabai seluas 20 hektare dan bawang merah 10 hektare sebagai bagian dedikasi untuk negeri di dusun Taeno, desa Rumah Tiga, kecamatan Teluk Ambon, Selasa (5/9).

Antara yang memantau, melaporkan, penyerahan bantuan alat-alat pertanian sebagai bagian dari program PSBI diserahkan kepada perwakilan kelompok Bukit Barisan dan kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan di dusun Taeno.

Penanaman perdana anakan cabai dan bawang itu, terlihat Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy dan Pimpinan BI Perwakilan Provinsi Maluku Bambang Pramasudi yang juga turut menanam anakan kedua jenis tanaman hortikultura tersebut.

Sebelum melakukan penanaman, Wali Kota Ambon dan Pimpinan BI Maluku meresmikan penggunaan air bersih ditandai pemutaran kran.

Air tersebut merupakan bantuan BI Maluku merupakan satu unit irigasi air permukaan.

Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy mengapresiasi penanaman cabai dan bawang merah yang diarahkan dalam rangka pengendalian inflasi.

Inflasi ini terkait erat dengan soal kemampuan daya beli dari kemiskinan rakyat dan masyarakat.

“Inflasi itu akan berpengaruh terhadap kemampuan daya beli masyarakat yang ada di daerah-daerah,” ujarnya.

Oleh karena itu , pemerintah mencoba melalui TPID untuk melihat sektor mana yang selalu menyebabkan inflasi di masyarakat.

“Saya tidak bicara soal Provinsi Maluku tetapi Kota Ambon. Kita juga harus mengucapkan terima kasih banyak kepada Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pertanian yang sudah memberikan sumbangan bagi Pemkot Ambon,” katanya.

Selain itu, BI Perwakilan Maluku dan PT.Petro Kimia Gresik yang juga memberikan bantuan bagi masyarakat di Kota Ambon.

Richard mengemukakan, masalah inflasi ini tidak bisa diatasi dengan hanya mengembangkan lahan Bukit Barisan di dusun Taeno, Desa Ruma Tiga.

“Jadi harus juga di kecamatan Baguala, Leitimur Selatan, Sirimau dan Nusaniwe karena Kalau hanya mengandalkan di Bukit Barisan maka apapun yang dikembangkan, maka inflasi akan tetap terjadi di Kota Ambon,” tandasnya.

Sedangkan penyerahan bantuan melalui program PSBI BI Perwakulan Maluku berupa satu unit irigasi air permukaan, satu unit kendaraan roda tiga tosa, dua unit alat semprot otomatis serta dua buah pompa air.

Bantuan dari Dinas Pertanian Provinsi Maluku berupa bibit cabai dan bawang merah untuk, 11 buah alat untuk pengolah tanah, delapan buah mesin pompa air serta alat semprot semi otomatis 17 buah.

PT. Petrokimia Gresik memberikan bantuan hibah 20 ton pupuk metro organik.

Comments are closed.

%d bloggers like this: