dari katong par katong samua

Arumbai Manggurebe, Tujuh Desa Beradu Cepat

86
Peserta Arumbai Manggurebe dari Nohas (Foto : Nendissa Dann)

Ambon, Tribun-Maluku.com : Tujuh desa dari Kabupaten Maluku Tengah dan Kota Ambon beradu cepat dalam kompetisi mendayung perahu “Arumbai Maggurebe” di Festival Teluk Ambon 2017 yang digelar Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Sabtu (9/9).

“Arumbai” merupakan perahu tradisional Maluku, panjangnya sekitar 10 meter, ramping dan tidak bercadik, bisa memuat penumpang lebih dari 20 orang. Sedangkan “manggurebe” artinya berlomba cepat.

Di perlombaan tahunan tersebut ada tujuh desa yang berpartisipasi, yakni Haria, Nolloth, Itawaka, dan Pia dari Kecamatan Saparua, dan Abubu, Kecamatan Nusalaut. Kelima desa ini berasal dari Kabupaten Maluku Tengah.

Dua peserta lainnya adalah Desa Latuhalat dan Silale dari Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

Ketujuh desa ini berkompetisi dengan arumbai yang mereka bawa dari desa masing-masing. Perahu-perahu itu dicat dengan beraneka warna yang menarik.

Tiap arumbai memuat 30 orang belang (pendayung) dan dua orang yang bertugas menyemangati tim dengan memukul-mukul tifa, juga mengarahkan arah haluan perahu.

Berbeda dengan enam desa lainnya, Nolloth tampil dengan dua tim arumbai, satu tim membawa nama Nolloth, satu tim lagi mengusung nama Nohas yang merupakan akronomim dari Nolloth dan Haruku-Sameth dari Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah.

Kedua desa ini adalah saudara pela (hubungan kekerabatan antar satu atau dua desa sekaligus yang tidak berkaitan saudara kandung).

Start dari Dermaga Tirta Kencana di Desa Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, delapan arumbai beradu cepat mengarungi laut Teluk Ambon Bagian Dalam untuk finish di bawah Jembatan Merah Putih (JMP) tak jauh dari area Taman JMP.

Hampir setengah jalan menuju garis finish, arumbai dari Desa Latuhalat tiba-tiba terbalik, akibatnya mereka tidak dapat menyelesaikan perlombaan, dan hanya tujuh arumbai dari enam desa yang maju terus hingga garis finish.

Peserta Arumbai Manggurebe dari Haria  (Foto : Nendissa Dann)

Arumbai Haria dan Nohas mencapai garis finish hampir bersamaan, kemudian disusul oleh Nolloth dan Itawaka.

Kendati perlombaannya telah digelar, hasil akhir dan juara Arumbai Manggurebe akan diumumkan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Maluku saat berakhirnya Festival Teluk Ambon yang dijadwalkan akan ditutup oleh Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua, di Taman JMP pada 10 September 2017.

Perlombaan Arumbai Manggurebe selalu menyedot perhatian masyarakat. Setiap tahunnya jalan raya yang berada di pesisir jalur lewatnya perahu peserta, macet karena banyaknya masyarakat berkerumun untuk menyaksikannya.

Tahun ini beberapa desa yang selalu menjadi peserta Arumbai Manggurebe, tampak absen di tahun ke-12 perlombaan, misalnya Porto dan Ihamahu dari Kecamatan Saparua, sudah dua tahun terakhir ini dua desa itu tidak tampil. (an/tm)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: