dari katong par katong samua

Keputusan KPU, Sang Juara Murad-Orno (BAILEO) Menang Di Enam kabupaten

46

AMBON-MALUKU. Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengumumkan hasil rekapitulasi suara Pemilihan Gubernur dan wakil gubernur Maluku 2018.

Hasilnya, pasangan nomor urut 2, Irjen (Pol) Murad Ismail dan Ir Barnabas Orno atau dikenal akronim BAILEO menang dengan perolehan suara 328.982.

Rekapitulasi surat suara dari 11 kota/kabupaten yang berlangsung di kantor KPU Maluku, jalan Sultan Hasanuddin, Tantui Senin (9/7) dihadiri oleh komisioner KPU, Bawaslu dan tim sukses dan saksi tiga paslon.

Pengaman ekstra ketat oleh aparat kepolisian guna mengamankan jalannya proses rekapitulasi dan penetapan KPU.

Dari data rekapitulasi surat suara KPU pada 11 kota/kabupaten, pasangan Murad-Orno atau BAILEO unggul di enam kabupaten yakni kabupaten Maluku Tengah dengan perolehan suara 75.838 atau 42,20%. Kabupaten Buru dengan perolehan suara 39.168 atau 65,69%. Kabupaten Seram Bagian Barat dengan perolehan suara 48.719 atau 47,69% . Kabupaten Buru Selatan dengan perolehan suara 27.513 atau 64,74%. Kabupaten Kepulauan Aru dengan perolehan suara 20.829 atau 53,79% dan Maluku Barat Daya dengan perolehan suara 33.521 atau 90 %.

Posisi kedua ditempati Sementara pasangan nomor No urut 1, Said Assagaff dan Andre Rentanubun atau dikenal dengan akronim SANTUN dengan total suara 251.036.

Calon Petahana Gubernur Maluku ini, hanya menang di dua kabupaten yaitu Maluku Tenggara Barat dengan perolehan suara 21.520 atau 45,12% dan kabupaten Seram Bagian dengan perolehan suara 32.546 atau 49,96%.

Posisi ketiga ditempati pasangan independen dengan nomor urut 3, Herman Koedoeboen dan Abdulah Vanath yang menang di kabupaten Tual dengan perolehan suara 12.869 atau 39.96% dan kabupaten Maluku Tenggara dengan perolehan suara 28.158 atau 50.39%.

Pasangan BAILEO mampu menggempur basis dan kantong-kantong suara pasangan SANTUN. Sebut saja, Kota Ambon, Kabupaten Buru, Kabupaten Marla dan Kota Tual.

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy (Walikota Ambon dua periode) yang merupakan ketua tim pemenangan SANTUN tidak berhasil memenangkan SANTUN di Kota Ambon.

Dari data perolehan suara, pasangan SANTUN menempati posisi terakhir dengan perolehan suara 41.249 atau 29,40%. Pasangan BAILEO mendapat 46.139 suara atau 32,89% dan pasangan HEBAT berhasil unggul dengan perolehan suara 52.892 suara atau 37,70%.

Kekalahan petahana gubernur Maluku menjadi tanda tanya besar di publik, koh bisa? Bahkan kekalahan ini membawa duka yang mendalam bagi Said Assagaff (Petahana-red) yang dulunya mati-matian berjuang memenangkan Richard Louhenapessy dalam Pemilihan Walikota Ambon 2017 lalu. Apakah ini yang disebut air susu dibayar dengan air tuba? hanya TUHAN yang tahu.

Selain itu, kekalahan SANTUN di Kota Ambon memaksa politisi Golkar, Richard Rahakbauw untuk mundur dari jabatan Wakil Ketua DPRD Maluku sesuai janji-nya dihadapan ratusan kader Golkar Rabu 21 Febuari 2018 saat rapat akbar di Spotholl Karang Panjang Ambon.

“Kalau Pasangan SANTUN Kalah di Kota Ambon, Saya siap mundur dari jabatan Wakil Ketua DPRD Maluku sebagai konsekuensi politik dan pertanggungjawaban moral kepada partai,” kata Rakahbauw saat itu.

Selain kalah di kota Ambon, Pasangan SANTUN juga tumbang di kabupaten Buru yang merupakan basis terkuat partai Golkar.

Pasangan SANTUN hanya mampu memperoleh 15.340 suara atau 25,75%. Pasangan BAILEO unggul dengan perolehan suara 39.168 atau 65,69% sedangkan pasangan independen atau HEBAT hanya mampu mendapat 5.112 suara atau 8,57%.

Salah satu penyebab kekalahan SANTUN berdasarkan berbagai sumber lantaran Bupati Kabupaten Buru, Ramly Umasugi lebih memilih pasangan BAILEO ketimbang pasangan SANTUN.

Bahkan diketahui Bupati dua periode ini bersama gerbong pengurus Golkar kabupaten Buru secara terang-terangan melakukan konsolidasi dan mendukung pasangan BAILEO.

Hal ini dibuktikan melalui postingan di sosial media (Facebook) oleh sejumlah kader dan pengurus partai Golkar kabupaten Buru.

Sementara di kabupaten SBT, Pasangan SANTUN menang tipis atau selisih delapan persen suara dengan pasangan HEBAT. Pasangan SANTUN memperoleh 32.546 suara atau 49,96%. Sementara pasangan BAILEO mendapat 5.847 suara atau 8,98% sementara pasangan HEBAT mendapat 26.743 suara atau 41,05%.

Basis calon wakil gubernur Maluku, Andre Rentanubun yang juga bupati kabupaten Malra dua periode juga kalah di wilayahnya.

Pasangan SANTUN hanya mendapat 21.686 suara atau 38.80%, sementara pasangan BAILEO mendapat 6.035 suara atau 0.80% sedangkan pasangan independen berhasil unggul dengan perolehan suara 28.158 atau 50.39%.

Sementara di Kota Tual, pasangan SANTUN hanya mendapat 11.546 suara atau 35,85%. Pasangan BAILEO mendapat 7.786 suara atau 24,17% sementara pasangan independen berhasil unggul dengan perolehan suara 12.869 atau 39.96%.

Kemenangan Murad-Orno dalam Pilgub 2018 ini diharapkan mampu membawa perubahan yang berarti bagi masyarakat Maluku.

Masalah kemiskinan dan pengangguran harus menjadi pioritas pasangan BAILEO sesuai dengan janji politiknya. Selain itu, masalah kesehatan, pendidikan, telekomunikasi, sosial, keamanan dan infrastruktur harus mendapat perhatian serius dalam kepemimpinan Murad-Orno kedepan.

Daerah-daerah yang masih tertinggald dan ter-isolasi harus dikembangkan sehingga sejajar dengan kabupaten lainnya di Maluku.

“Saya optimis pasangan BAILEO, mampu menjawab semua itu. Olehnya itu, mari kita sebagai masyarakat mendukung penuh kepemimpinan pasangan ini (BAILEO-red) sehingga Maluku bisa keluar dari kemiskinan dan keterpurukan serta keterisolasian yang selama ini masih dirasakan. Selamat dan sukses buat pa Irjen (Pol) Murad Ismail dan Ir Barnabas Orno sebagai gubernur dan wakil gubernur Maluku terpilih 2018,” pungkas Politisi Partai Gerindra, Rustam Latupono. (AM-01)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: