dari katong par katong samua

Mercy Barends Apresiasi Penyerahan 70 Paket bantuan Sosial Oleh Yayasan Salele Maluku

70

AMBONMANISE.COM- Sebanyak 70 paket bantuan sosial diserahkan Yayasan Salele Maluku kepada sejumlah sekolah, tempat ibadah dan organisasi keagamaan serta masyarakat kecil yang tersebar di lima kabupaten dan kota di provinsi Maluku.

Selain penyerahan bantuan sosial, Yayasan Salele Maluku menggelar seminar sehari bertema “pemberdayaan ekonomi mikro dalam memperkuat ekonomi keluarga” yang berlangsung di Hotel Marina, Selasa (22/01).

Turut hadir, anggota Komisi VII DPR-RI, Dapil Maluku, Mercy Chriesty Barends.

Ketua Yayasan Salele, leszandor Haurissa, kepada wartawan mengatakan, bantuan yang diserahkan kepada pihak-pihak yang menerima bantuan tersebut diperoleh dari sumbangan berbagai pihak serta swadaya anggota yayasan.

Bantuan yang diserahkan yakni komputer sebanyak 20 unit, mesin jahit 11 unit, serta masing-masing 20 mesin pemarut kelapa dan pemarut sagu.

“Bantuan tersebut lebih banyak diserahkan untuk pohak sekolah, gereja, masjid dan organisasi keagamaan maupun kelompok masyarakat ekonomi lemah,” kata Haurissa.

Untuk Kota Ambon, lanjut Haurissa, Yayasan Salele Maluku menyerahkan delapan unit komputer. Maluku Tengah berupa empat komputer, 10 unit mesin pemarut sagu, lima unit pemarut kepala dan 11 unit mesin jahit. Seram Bagian Barat (SBB) berupa mesin pemarut sagu dan pemarut kelapa masing-masing lima unit dan Maluku Tenggara Barat (MTB) lima unit mesin pemarut kelapa.
Sementaradi Kepulauan Aru bantuan diserahkan berupa tujuh unit komputer serta masing-masing lima unit mesin pemarut kepala dan pemarut sagu.

Menurutnya, bantuan yang diserahkan tersebut merupakan yang terbesar pertama sejak yayasan tersebut didirikan tahun 2016 dan dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan kreativitas dalam mengembangkan usaha produktif sesuai kearifan lokal, memberdayakan masyarakat dalam peralihan teknologi, membangun dan mengembangkan kelompok kerja masyarakat.

Selain itu meningkatkan kemampuan masyarakat dalam berusaha, pertumbuhan ekonomi mikro, menurunkan jumlah keluarga miskin melalui pemberdayaan kelompok usaha, meningkatkan kesejahteraan keluarga serta meningkatkan kualitas pendidikan melalui fasilitas pendukung berbasis teknologi serta memperlancar proses administrasi.

Lembaga swadaya masyarakat (LSM) tersebut, katanya, lebih memfokuskan kerja dan kegiatan mereka untuk mengadvokasi masalah-masalah sosial kemasyarakat, keagamaan dan masalah kemanusiaan, dengan sasaran utama menggali dan mengembangkan sumber daya ekonomi masyarakat, peningkatan kesejahteraan dan sumber daya manusia melalui usaha-usaha teratur terencana dan berkesinambungan.

Disamping itu meningkatkan dan membangun SDM serta fasilitas pendidikan serta kemasyarakatan demi tercapainya upaya peniungkatan kualitas pendidikan dan indeks pembangunan manusia di Maluku maupun indonesia.

Ditempat terpisah, Anggota Komisi VII DPR-RI, Mercy Chriesty Barends memberikan apresiasi terhadap program bantuan Yayasan Salele Maluku yang baru berdiri tiga tahun terakhir.

Menurut ia, bantuan sosial ini sangat berdampak terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan SDM berkualitas penataan administrasi berbasis teknologi.

Dirinya berharap bantuan tersebut mampu meningkatkan perekonomian dan taraf hidup masyarakat kecil, terutama kelompok-kelompok penerima.

Srikandi PDI Perjuangan ini berjanji memanfaatkan jaringan kerja yang dimilikinya sebagai legislator untuk membantu kegiatan pemberdayaan yang dilakukan oleh yayasan Salele maupun LSM lain yang ada di Maluku di masa mendatang, termasuk memanfaatkan peluang-peluang kerja sama yang ada untuk meningkatkan peran dan fungsi lembaga-lembaga sosial.

Mercy Barends juga mengingatkan pimpinan dan anggota yayasan untuk mengerti dan memahami sungguh esensi dari “kemanusiaan” sebagai landasan pijak gerakan dan kinerja LSM.

Para pekerja sosial, katanya harus memiliki rasa solidaritas yang tinggi serta berempati terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Jika tidak turun sampai ke level bawah, tidak berkeringat bersama masyarakat dan merasakan penderitaan bersama mereka, maka jangan berharap bisa menjadi aktivis kemanusiaan,” pungkas Mercy Barends. (AM-01)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: