Gaya Hidup

URBAN STORMING “RUST of IMAGINATION” Hadirkan Kolaborasi Seniman Indonesia dan Internasional

URBAN STORMING: HARMONY 12 “RUST of IMAGINATION” mempertemukan seniman Indonesia dan internasional melalui beragam karya seni di Universitas Mercu Buana.

Gaya Hidup 2026-09-11 07:31:13 Jakartakita.com 👁 12 dilihat 0 💬 0

URBAN STORMING “RUST of IMAGINATION” Hadirkan Kolaborasi Seniman Indonesia dan Internasional

URBAN STORMING: HARMONY 12 “RUST of IMAGINATION” mempertemukan seniman Indonesia dan internasional melalui beragam karya seni di Universitas Mercu Buana.

URBAN STORMING “RUST of IMAGINATION” Hadirkan Kolaborasi Seniman Indonesia dan Internasional

Fakultas Desain dan Seni Kreatif (FDSK) Universitas Mercu Buana Jakarta menghadirkan URBAN STORMING: HARMONY 12 bertema “RUST of IMAGINATION”, sebuah pameran seni rupa yang mempertemukan akademisi, seniman, desainer, praktisi, alumni, serta seniman dari berbagai negara.

Pameran berlangsung pada 29 Agustus–14 September 2026 di Atrium Universitas Mercu Buana, Meruya Selatan, Jakarta Barat. Pameran dibuka Rektor Universitas Mercu Buana Prof. Dr. Andi Adriyansyah, M.Eng., bersama ketua pameran Wilsa Pratiwi dan dihadiri sivitas akademika, peserta pameran, serta masyarakat umum.

Foto: dok. Universitas Mercu Buana

URBAN STORMING menghadirkan beragam pendekatan artistik yang mengangkat persoalan material, lingkungan, budaya, teknologi, sejarah, hingga pengalaman manusia. Keberagaman medium tersebut menjadi ruang dialog antara seni, desain, dunia akademik, dan masyarakat.

Pameran melibatkan puluhan seniman dari lingkungan Universitas Mercu Buana serta berbagai daerah di Indonesia, antara lain Yogyakarta, Bali, Surabaya, Makassar, Padang, Papua, Sidoarjo, Solo, Semarang, dan Jakarta.

Tak hanya seniman Indonesia, URBAN STORMING juga menghadirkan partisipasi seniman internasional dari China, Inggris, Belgia, Korea Selatan, Ukraina, Austria, Hong Kong, Amerika Serikat, dan Polandia. Mereka membawa beragam medium, mulai dari ilustrasi digital, animasi, fotografi, poster, lukisan hingga digital painting.

Foto: dok. Universitas Mercu Buana

Salah satu karya yang menjadi bagian dari pameran adalah “IRON MUSE” karya Ananta Hari Noorsasetya. Karya tersebut mengeksplorasi material industri dan citra lokomotif, dengan elemen logam, karat, konstruksi mekanis, roda, serta jejak penggunaan.

Menurut Ananta, material yang telah kehilangan fungsi awal dapat ditransformasikan menjadi karya seni melalui proses kreatif, upcycle, dan gagasan sustainability.

Sementara itu, seniman Polandia Jadwiga Możdżer menghadirkan “Fashion Maria Callas”, yang menggunakan fashion sebagai medium untuk membangun karakter dan ekspresi visual.

“Keberagaman tersebut menunjukkan bahwa seni dapat menjadi bahasa yang melampaui batas geografis. Seniman tidak harus memiliki medium, gaya, maupun latar budaya yang sama untuk dapat menciptakan dialog. Justru melalui perbedaan itulah muncul kemungkinan baru dalam membaca sebuah tema,” ujar Ananta.

Foto: dok. Universitas Mercu Buana

Rangkaian pameran juga dilengkapi Special Performing by HARMONY dan Artis Talk yang menghadirkan Wilsa Pratiwi, Mira Zulia, Ananta Hari Noorsasetya, Jadwiga Możdżer, Carroll CW Tsang dari Hong Kong, serta Noah DeMeis dari Amerika Serikat. Diskusi dimoderatori Vania Aqmarani.

Melalui URBAN STORMING: HARMONY 12, FDSK Universitas Mercu Buana menunjukkan peran perguruan tinggi sebagai ruang pertukaran gagasan seni, baik dalam lingkup nasional maupun internasional. Pameran ini terbuka untuk masyarakat umum hingga 14 September 2026. (Edi Triyono)

#FDSK UMB#Gaya Hidup#HARMONY 12#Pameran Seni#RUST of IMAGINATION#Seni Internasional#seni rupa#seniman Indonesia#Universitas Mercu Buana#URBAN STORMING
💬Komentar0
DISKUSI BASUDARA

Komentar 0