Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong generasi muda dan kreator konten untuk semakin aktif memperkenalkan kebudayaan, sejarah, museum, serta cagar budaya Indonesia melalui ruang digital. Dorongan tersebut disampaikan dalam Malam Anugerah Pemenang Lomba Konten Video Kreatif “Aku dan Budayaku” di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Senin (31/8/2026).
Fadli menilai perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memberikan peluang besar untuk memperluas jangkauan promosi kebudayaan Indonesia. Menurutnya, konten budaya yang dikemas secara menarik dapat membuat masyarakat, khususnya generasi muda, semakin mengenal dan mencintai warisan budaya Indonesia.
Foto: Kementerian Kebudayaan
“Saudara-saudara adalah orang-orang yang kita harapkan juga menjadi duta-duta budaya, menjadi bagian dari pemaju kebudayaan kita,” ujar Fadli, dikutip dari Antara.
Lomba “Aku dan Budayaku” diikuti 1.931 peserta dari 35 provinsi dengan karya yang dipublikasikan melalui YouTube Shorts, Instagram Reels, dan TikTok. Sebanyak 18 karya terbaik kemudian ditetapkan sebagai pemenang dalam kategori pelajar dan umum.
Fadli mengatakan kekayaan budaya Indonesia menyediakan sumber inspirasi yang hampir tidak terbatas bagi para kreator. Indonesia memiliki sekitar 1.340 etnis dan 718 bahasa, sementara cagar budaya nasional yang telah ditetapkan mencapai 743 dan warisan budaya takbenda sebanyak 2.727.
Koleksi Museum Nasional Indonesia yang mencapai sekitar 190 ribu juga dinilai dapat menjadi sumber materi bagi kreator untuk menghasilkan konten edukatif sekaligus menarik bagi masyarakat.
Karena itu, Fadli berharap lomba konten video kreatif tersebut dapat menjadi kegiatan rutin dan mendorong lebih banyak generasi muda mengangkat kekayaan budaya dari daerah masing-masing.
Ia juga menekankan pentingnya mengubah cara pandang terhadap kebudayaan. Menurut Fadli, budaya tidak seharusnya dianggap sebagai beban, tetapi dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi dan penggerak industri budaya serta kreatif.
“Saya kira itu supaya nanti ke depan budaya kita ini jangan menjadi beban. Budaya ini adalah sumber dari ekonomi budaya, sumber dari industri budaya,” jelasnya.
Fadli berharap semakin banyak konten budaya hadir di ruang digital sehingga masyarakat terdorong mengunjungi museum dan cagar budaya sekaligus mengenal keberagaman Indonesia dengan cara yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. (Henry)


Comments 0
Sign in with Google or Facebook to like, save and comment.