Lifestyle

IKEA Berbagi Inspirasi Ruang yang Sering Terlupakan di Rumah Jadi Lebih Fungsional

IKEA mengajak mengoptimalkan ruang terlupakan di rumah, seperti laundry dan sudut penyimpanan, dengan penataan yang mendukung aktivitas agar lebih fungsional dan mudah digunakan.

Lifestyle 2026-09-19 11:40:51 Jakartakita.com 👁 4 dilihat 0 💬 0

IKEA Berbagi Inspirasi Ruang yang Sering Terlupakan di Rumah Jadi Lebih Fungsional

IKEA mengajak mengoptimalkan ruang terlupakan di rumah, seperti laundry dan sudut penyimpanan, dengan penataan yang mendukung aktivitas agar lebih fungsional dan mudah digunakan.

IKEA Berbagi Inspirasi Ruang yang Sering Terlupakan di Rumah Jadi Lebih Fungsional

Apakah Anda pernah menyadari kalau di tiap rumah ada ruang yang sepertinya sering terlupakan? Ruang yang terlupakan bukan berarti ruang yang jarang digunakan. Area laundry, sudut penyimpanan, dan ruang utilitas justru menjadi bagian dari aktivitas yang paling sering dilakukan di rumah, tetapi penataan dan desainnya jarang dipikirkan secara matang seperti ruang lainnya.

Melalui The Forgotten Rooms di IKEA Jakarta Garden City, IKEA Indonesia mengajak masyarakat melihat kembali area-area tersebut dengan memahami apa yang sebenarnya terjadi di dalamnya, mulai dari aktivitas yang dilakukan, barang yang dibutuhkan, sampai bagaimana satu aktivitas berpindah ke aktivitas berikutnya.

“Dari kunjungan kami ke berbagai rumah, kami melihat bahwa masyarakat sebenarnya sudah punya cara sendiri untuk mengatur rumah. Namun, dari situ kami juga bisa melihat bagian-bagian yang masih terasa merepotkan,” kata Ruth Panjaitan, Home Furnishing & Competence Development Leader IKEA Indonesia di IKEA Jakarta Garden City, Jakarta, Kamis, 17 September 2026.

“Misalnya ketika seseorang harus bolak-balik mengambil barang, memindahkannya, atau mencari tempat untuk menyimpannya. Di situlah kami mulai memahami bahwa penataan rumah bukan sekadar soal tempat untuk menyimpan barang, tetapi juga tentang bagaimana ruang tersebut dapat membantu orang melakukan aktivitasnya,” sambungnya.

Pengamatan melalui Home Visit IKEA, bersama dengan wawasan dari Life at Home report, menjadi bagian dari cara IKEA memahami kehidupan di rumah. Pendekatan ini sejalan dengan visi IKEA untuk menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang.

Foto: IKEA — Sumber foto: IKEA
Itu karena setiap rumah pada akhirnya punya kebiasaan yang berbeda, maka penataan ruang bisa dimulai dari bagaimana aktivitas di dalamnya dilakukan agar terasa lebih mudah. Pada area cuci baju atau laundry misalnya.

Masalahnya tidak selamanya terletak pada mesin cuci atau ukuran ruang. Biasanya, masalahnya ada pada rangkaian aktivitas sebelum dan sesudah mencuci: pakaian perlu dikumpulkan dan dipilah, dikeringkan, dilipat, lalu disimpan kembali.

Ketika ruang untuk setiap aktivitas tersebut tidak tertata dengan jelas, pakaian dan perlengkapan laundry dapat berpindah-pindah sebelum akhirnya kembali ke tempatnya. Ruang yang sama pun bisa terasa lebih merepotkan bukan karena terlalu kecil, tetapi karena alurnya tidak mendukung apa yang perlu dilakukan di sana.

“Ketika kita melihat barang, biasanya pertanyaannya ‘ini mau ditaruh di mana?’. Padahal kita bisa mulai dari pertanyaan lain: aktivitas apa yang dilakukan di sini, siapa yang menggunakannya, dan barang apa yang paling sering dibutuhkan?

Foto: IKEA — Sumber foto: IKEA
Dari situ kita bisa melihat apa yang perlu berada dekat jangkauan, apa yang bisa disimpan lebih jauh, dan ruang mana yang sebenarnya masih bisa digunakan,” terang M. Yusuf Attorik yang akrab siapa Torik selaku Interior Design Leader IKEA Indonesia

Cara melihat ruang seperti ini juga dapat diterapkan pada area penyimpanan di bawah tangga, garasi, gudang kecil, atau satu sudut rumah. Ketika kebutuhan penyimpanan bertambah, ruang vertikal, dinding, sudut, maupun area di sekitar peralatan yang sudah ada dapat dimanfaatkan sebagai solusi tanpa harus membuat ruangan baru.

Namun, memanfaatkan ruang bukan berarti harus mengisi setiap sudut; ruang untuk bergerak dan melakukan aktivitas tetap perlu diperhatikan.

Foto: Jakartakita.com/Henry — Sumber foto: Jakartakita.com/Henry
”Setidaknya kita harus punya ruang gerak sekitar 60 cm supaya tidak terasa sesak, karena itu ruang vertikal sering jadi pilihan untuk menambah penyimpanan barang atau peralatan di dalam rumah sehingga tidak mempersempit ruangan di rumah,” jelas Torik.

Kebutuhan penyimpanan pun dapat berubah seiring dengan perubahan aktivitas di rumah. Karena itu, solusi penyimpanan perlu cukup fleksibel untuk mengikuti ruang dan barang yang digunakan. Berbagai sistem dan solusi IKEA, seperti BROR, IVAR, EKET, HYLLIS, dan rangkaian penyimpanan lainnya, dapat digunakan sesuai kebutuhan ruang, jenis barang, serta cara masing-masing orang menggunakannya.

Pada akhirnya, menata ruang bukan berarti mencari satu cara yang paling benar untuk semua rumah. Setelah memahami aktivitas yang berlangsung di dalamnya, kita dapat melihat solusi yang paling sesuai, mulai dari memanfaatkan ruang vertikal, mengatur kembali letak, hingga memilih penyimpanan yang membantu barang lebih mudah dijangkau, digunakan, dan dikembalikan.

Dengan begitu, ruang yang sebelumnya terasa penuh atau kurang terpakai dapat berfungsi secara maksimal dan mendukung aktivitas.

Bagi masyarakat yang ingin mencari inspirasi dan solusi penataan rumah ala IKEA, berbagai pilihan dapat ditemukan dengan mengunjungi toko IKEA Indonesia terdekat, melalui IKEA.co.id, aplikasi IKEA Indonesia, maupun kanal e-commerce resmi IKEA Indonesia. (Henry)

#IKEA #RumahFungsional #PenataanRuang #DesainInterior #InspirasiRumah #PenyimpananBarang

#aktivitas rumah#desain interior#IKEA#Inspirasi Rumah#lifestyle#penataan rumah#penyimpanan#ruang terlupakan
💬Komentar0
DISKUSI BASUDARA

Komentar 0