Berita

Jobstreet by SEEK Hadirkan Inovasi Untuk Membantu Perusahaan Menjangkau Kandidat yang Lebih Relevan

Jobstreet by SEEK luncurkan Personalised Targeting dan Assist, solusi AI untuk membantu perusahaan menjangkau kandidat lebih relevan dan fokus pada pengambilan keputusan strategis.

Berita 2026-09-21 18:50:06 Jakartakita.com 👁 20 dilihat 0 💬 0

Jobstreet by SEEK Hadirkan Inovasi Untuk Membantu Perusahaan Menjangkau Kandidat yang Lebih Relevan

Jobstreet by SEEK luncurkan Personalised Targeting dan Assist, solusi AI untuk membantu perusahaan menjangkau kandidat lebih relevan dan fokus pada pengambilan keputusan strategis.

Jobstreet by SEEK Hadirkan Inovasi Untuk Membantu Perusahaan Menjangkau Kandidat yang Lebih Relevan

Jobstreet by SEEK memperkenalkan dua inovasi terbaru dalam platformnya, yaitu Personalised Targeting dan Assist. Kedua solusi ini bisa membantu perusahaan menjangkau kandidat yang lebih relevan, memandu langkah rekrutmen berikutnya, serta mengurangi pekerjaan administratif dan repetitif.

Dengan dukungan AI, otomatisasi, dan integrasi yang dirancang khusus untuk alur kerja rekrutmen, perekrut dapat mengelola lebih banyak proses dalam satu platform, mulai dari menjangkau kandidat, mengelola lamaran dan shortlist, melakukan pemeriksaan referensi, sampai menjalankan wawancara awal berbasis suara.

Hal itu membuat tim rekrutmen dapat menghabiskan lebih sedikit waktu untuk pekerjaan administratif dan memiliki lebih banyak waktu untuk berinteraksi dengan kandidat, membangun koneksi, serta mengambil keputusan yang membutuhkan interaksi alami manusia.

Peluncuran inovasi terbaru ini merupakan bagian dari peta jalan transformasi terpadu yang dijalankan oleh SEEK di delapan negara Asia-Pasifik. Sejak 2023, Jobstreet by SEEK terus bertransformasi dan melakukan inovasi berkelanjutan secara terstruktur:

• 2023 – Unifikasi platform: menyatukan platform SEEK secara global untuk menghubungkan kandidat dan perusahaan di kawasan Asia Pasifik.

• 2024 – Demokratisasi akses: membuka akses iklan lowongan kerja gratis bagi perusahaan melalui model freemium.

• 2025 – Optimasi pencocokan: meningkatkan teknologi “AI matching” untuk membantu perusahaan menemukan kandidat yang lebih tepat.

• 2026 – Integrasi alur kerja rekrutmen: menghadirkan “Personalised Targeting” dan “Assist” untuk membantu perekrut bekerja lebih efisien dalam satu platform.

“Rekrutmen bukan hanya tentang menemukan kandidat, tetapi juga tentang membangun koneksi dan mengambil keputusan yang tepat,” terang Wisnu Dharmawan, Managing Director – Indonesia, Jobstreet by SEEK dalam keterangan tertulisnya, 18 September 2026.

“Dengan Personalised Targeting dan Assist, kami mengintegrasikan penargetan kandidat, pengelolaan proses, dan otomatisasi ke dalam satu platform. AI membantu menangani pekerjaan rutin dan memberikan rekomendasi langkah berikutnya, sementara perekrut tetap memegang kendali atas Keputusan,” lanjutnya.

“Dengan berkurangnya waktu yang dihabiskan untuk pekerjaan administratif dan repetitif, tim rekrutmen dapat kembali berfokus pada hal yang paling penting: memahami kandidat, membangun hubungan, dan menghadirkan pengalaman rekrutmen yang lebih manusiawi,” sambung Wisnu.

Foto: Jobstreet by SEEK
Setiap bisnis memiliki kebutuhan SDM yang unik. Kualifikasi kandidat untuk setiap perusahaan dan wilayah pasti akan berbeda, dan model AI generik di pasar sering kali gagal memahami diferensiasi mendalam ini—seperti perbedaan fundamental antara kebutuhan talenta ritel lokal dan sektor teknologi tinggi.

Personalised Targeting mempelajari kebutuhan dan pola rekrutmen setiap perusahaan. Sejak iklan lowongan dibuat, sistem menggunakan informasi seperti preferensi, kriteria kandidat, aktivitas pencarian, shortlist, dan riwayat perekrutan untuk membangun pemahaman yang semakin relevan mengenai kandidat yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Pemahaman tersebut kemudian digunakan untuk membantu menjangkau kandidat melalui sejumlah titik interaksi di platform, termasuk email, rekomendasi, dan push notification. Proses ini berjalan secara berkelanjutan di latar belakang tanpa memerlukan konfigurasi yang rumit dari perekrut.

Salah satu kemampuannya adalah tanda "Likely Interested" atau kandidat yang "Mungkin Berminat". Sekitar tujuh hari setelah iklan ditayangkan, Jobstreet by SEEK dapat mengidentifikasi kandidat yang belum melamar tetapi telah menunjukkan sinyal ketertarikan terhadap lowongan, misalnya dengan menyimpan iklan tersebut.

Kandidat dalam kategori ini memiliki kemungkinan hingga lima kali lebih besar untuk melamar ketika dihubungi secara proaktif oleh perusahaan. Hal ini membantu perekrut memprioritaskan upaya kepada kandidat yang paling berpotensi untuk melamar.

Jika Personalised Targeting bertugas menghadirkan kandidat yang lebih relevan, fitur Assist dari hadir sebagai mitra rekrutmen always-on yang memastikan jangkauan tersebut berhasil dikonversi menjadi keputusan rekrutmen yang cepat dan akurat.

Agentic AI ini menangani pekerjaan rutin dan memberikan panduan langkah selanjutnya, namun setiap keputusan akhir tetap berada di tangan tim HR. Hal ini pada akhirnya meringankan beban administrasi agar perekrut dapat berfokus kembali pada interaksi manusia (human connection) dan keputusan strategis.

Kemampuan utama dari Assist meliputi:

Foto: Jobstreet by SEEK
● Rekomendasi langkah rekrutmen berikutnya: Tidak sekadar mengirimkan notifikasi, Assist memberikan rekomendasi tindakan konkret pada momen yang tepat— seperti memasukkan kandidat ke shortlist, memperbaiki bagian tertentu dari iklan, atau memulai pemeriksaan referensi

● Shortlist yang lebih cerdas: mengurutkan kandidat berdasarkan kriteria spesifik perusahaan. Alih-alih hanya menyajikan nilai numerik yang abstrak, Assist memberikan penjelasan kontekstual mengenai alasan kandidat dianggap sesuai.

● Pemeriksaan referensi otomatis dan terintegrasi: Saat kandidat masuk ke tahap akhir, Assist dapat mengontak pemberi referensi atas nama perusahaan, mengumpulkan masukan terstruktur, dan menyajikan ringkasan hasil tanpa proses komunikasi bolak-balik manual yang panjang.

● AI Voice Pre-screen: menjalankan wawancara awal berbasis suara yang terstruktur mengenai pengalaman, motivasi, ketersediaan, dan pertanyaan terkait posisi. Kandidat dapat menyelesaikan proses wawancara suara ini kapan saja dan di mana saja melalui perangkat apa pun yang mereka miliki, tanpa perlu mencocokkan jadwal secara manual.

Hal ini membantu perekrut membandingan kandidat secara lebih adil, konsisten, obyektif, serta mempercepat langkah menuju wawancara formal tatap muka.

AI dan otomatisasi dirancang untuk menangani pekerjaan rutin, bukan menggantikan peran perekrut. Ketika tugas-tugas administratif dan repetitif dapat dikurangi, perekrut memiliki lebih banyak waktu untuk meninjau konteks kandidat, melakukan percakapan yang bermakna, memahami motivasi dan pengalaman mereka, serta mengambil keputusan strategis.

Assist memberikan rekomendasi dan dukungan berbasis konteks, tetapi keputusan akhir tetap berada di tangan perekrut. Inovasi ini dibangun di atas pengalaman SEEK dalam memahami lanskap ketenagakerjaan dan investasi berkelanjutan dalam teknologi AI.

Pengembangan kapabilitas tersebut juga didukung oleh prinsip AI yang bertanggung jawab, termasuk transparansi, keamanan, akuntabilitas, dan komitmen terhadap kesempatan yang adil.

“Meskipun AI kini sudah diadopsi secara luas di berbagai alur kerja harian, perekrut sering kali menghadapi tantangan khusus yang membutuhkan teknologi spesifik. AI yang bersifat umum tidak dirancang khusus untuk menyelesaikan masalah utama dalam rekrutmen,” tutur Wisnu.

“Jobstreet by SEEK memecahkan masalah ini dengan menghadirkan AI yang terintegrasi dan dikembangkan khusus untuk proses rekrutmen. Pendekatan ini mengurangi hambatan administratif, menghilangkan kerumitan alur kerja manual yang dihadapi rekruter, sehingga rekruter bisa menggunakan waktu mereka dengan lebih efisien dan efektif,” tambah Wisnu.

Melalui kekuatan data dan wawasan ketenagakerjaan yang kini dilengkapi dengan Personalised Targeting dan Assist, Jobstreet by SEEK melanjutkan evolusinya dari platform pencarian kerja menjadi mitra rekrutmen yang lebih terintegrasi.

Perusahaan bisa bekerja lebih efisien dalam satu platform, sementara perekrut memiliki lebih banyak waktu untuk berfokus pada koneksi manusia dan keputusan strategis. (Henry)

#Jobstreet #SEEK #Rekrutmen #AI #PersonalisedTargeting #Assist #TeknologiHR #Inovasi

#AI rekrutmen#Assist#automasi HR#Berita#Bisnis#inovasi rekrutmen#Jobstreet#Personalised Targeting#SEEK#Teknologi
💬Komentar0
DISKUSI BASUDARA

Komentar 0