Bisnis

Masa Depan AI at Work di Indonesia: Langkah Mekari Mendorong Efisiensi Bisnis dan Menekan Risiko Shadow AI

Mekari menggelar konferensi AI at Work 2026 untuk mendorong penggunaan AI yang aman dan produktif, mengatasi risiko Shadow AI, dan meningkatkan efisiensi bisnis di Indonesia.

Bisnis 2026-10-15 00:00:37 Jakartakita.com 👁 22 weergaven ♥ 0 💬 0

Masa Depan AI at Work di Indonesia: Langkah Mekari Mendorong Efisiensi Bisnis dan Menekan Risiko Shadow AI

Mekari menggelar konferensi AI at Work 2026 untuk mendorong penggunaan AI yang aman dan produktif, mengatasi risiko Shadow AI, dan meningkatkan efisiensi bisnis di Indonesia.

Masa Depan AI at Work di Indonesia: Langkah Mekari Mendorong Efisiensi Bisnis dan Menekan Risiko Shadow AI

Lebih dari 700 pemimpin perusahaan, pemilik bisnis, praktisi teknologi, dan profesional menghadiri Mekari Conference 2026 bertajuk “AI at Work”. Konferensi ini membahas peran kecerdasan buatan (AI) dalam membentuk masa depan bisnis Indonesia.

Di tengah pesatnya adopsi AI, forum ini menyoroti pentingnya penggunaan AI yang aman, produktif, dan bertanggung jawab, terutama dalam menjaga keamanan data serta kualitas pengambilan keputusan manusia.

Berdasarkan ASEAN Intelligence 2026, sebanyak 62% perusahaan Indonesia disebut telah menjadi first mover dalam adopsi AI di Asia Tenggara. Sementara survei Salesforce 2026 menunjukkan 70% pekerja Indonesia merasa lebih percaya diri menggunakan AI, tetapi hanya 33% yang memperoleh pelatihan AI resmi dari perusahaan.

Kesenjangan kesiapan tersebut turut memunculkan fenomena Shadow AI, yaitu penggunaan aplikasi AI pribadi atau tidak terotorisasi untuk pekerjaan. Praktik ini dapat meningkatkan risiko kebocoran data dan masalah privasi perusahaan.

Mekari Conference 2026 menghadirkan sejumlah tokoh dari sektor teknologi, bisnis, pemerintahan, dan akademisi, di antaranya Rudiantara, Sandy Kunvatanagarn dari OpenAI, Anthony Amni dari AWS Indonesia, Aldo Rambie dari Meta Indonesia, Prof. Rhenald Kasali, Dr. Wani Sabu, dan Risman Adnan.

Pembahasan konferensi mencakup strategi membangun AI-Powered Enterprise, tata kelola AI, keamanan data, mitigasi Shadow AI, serta penerapan Human-in-the-Loop untuk menjaga peran manusia dalam pengambilan keputusan.

Para pembicara juga membahas penerapan Conversational AI, Agentic AI, dan No-Code Automation untuk meningkatkan produktivitas, pengalaman pelanggan, serta efisiensi operasional bisnis.

Melalui Mekari Conference 2026, pelaku bisnis didorong tidak hanya mengikuti perkembangan AI, tetapi juga membangun strategi, tata kelola, dan kesiapan sumber daya manusia agar penerapannya memberikan dampak nyata bagi bisnis.

Suwandi Soh, Chief Executive Officer (CEO) Mekari, menegaskan bahwa tantangan terbesar perusahaan saat ini bukan lagi apakah AI akan digunakan, melainkan bagaimana memastikan AI digunakan secara aman dan bertanggung jawab.

"Pekerja Indonesia memiliki antusiasme yang luar biasa terhadap AI. Namun ketika perusahaan tidak menyediakan infrastruktur yang memadai, karyawan akan mencari solusi sendiri. Di sinilah risiko Shadow AI muncul. Tantangan kita bukan menghentikan penggunaan AI, tetapi menyediakan AI yang aman, terintegrasi, dan sesuai kebutuhan bisnis. Melalui Mekari Airene, kami membawa AI langsung ke dalam alur kerja bisnis sehari-hari dengan fondasi keamanan yang didukung sertifikasi ISO/IEC 27001 dan ISO/IEC 27701," ujar Suwandi Soh dalam Press Conference di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Suwandi juga menekankan bahwa AI seharusnya tidak menggantikan manusia, melainkan

memperkuat kemampuan profesional dalam berpikir kritis, menganalisis informasi, dan

mengambil keputusan yang lebih baik. Pendekatan ini diwujudkan melalui filosofi Human-in-the-Loop, di mana AI menangani pekerjaan repetitif dan analisis data, sementara keputusan strategis tetap berada di tangan manusia.

Foto: Jakartakita.com/Edi Triyono
Inovasi ini sejalan dengan temuan data internal Mekari AI Intelligence Report yang

mencatatkan lonjakan adopsi AI masif di berbagai fungsi operasional perusahaan:

● Fungsi Sales & CRM: Adopsi fitur AI pada Mekari Qontak melonjak hingga 7,8 kali

lipat, didorong oleh kebutuhan perusahaan untuk merespons interaksi pelanggan

secara instan.

● Fungsi HR & Rekrutmen: Penggunaan AI pada Mekari Talenta tumbuh hingga 138%,

khususnya pada fitur otomatisasi analisis kualifikasi dan candidate scoring.

● Fungsi Keuangan & Operasional: Integrasi AI Airene Anomaly Checker pada Mekari

Jurnal & Expense (XPM) terus meningkat untuk memindai transaksi keuangan dan mendeteksi potensi pembengkakan anggaran secara real-time.

Foto: Jakartakita.com/Edi Triyono
Mekari Conference 2026 juga menampilkan berbagai contoh implementasi AI, salah satunya datang dari Dermaster, jaringan klinik estetika yang memanfaatkan teknologi Conversational AI melalui Mekari Qontak untuk mengelola ribuan interaksi pelanggan setiap harinya.

Menurut Dicky Ie, Director of Sales & Operational Dermaster, integrasi AI pada saluran komunikasi pelanggan memungkinkan perusahaan memangkas waktu respons dari hitungan jam menjadi hitungan menit, sekaligus meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional.

"Kecepatan dan presisi merupakan fondasi kepercayaan pelanggan. Dengan dukungan AI, tim kami dapat mengurangi pekerjaan administratif yang berulang dan lebih fokus menghadirkan pengalaman pelanggan yang personal. Dampaknya tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga membantu mendorong pertumbuhan bisnis," tambah Dicky Ie.

Foto: Jakartakita.com/Edi Triyono
Studi kasus tersebut memperlihatkan bagaimana AI dapat berfungsi sebagai katalis

pertumbuhan bisnis ketika diterapkan secara strategis, terintegrasi, dan berorientasi pada

kebutuhan pelanggan.

Sebagai bagian dari pengalaman konferensi, peserta juga diajak menjelajahi Mekari

Experience Zone, area interaktif yang menampilkan simulasi penggunaan AI di berbagai fungsi bisnis:

1. HR & People Zone (Mekari Talenta): Memperagakan fitur AI Candidate Scoring & CV

Parsing yang terbukti meningkatkan hiring conversion hingga 3,4 kali lipat tanpa

mengorbankan objektivitas penilaian.

2. Sales & Marketing Zone (Mekari Qontak, Desty, POS): Memperlihatkan otomatisasi

Conversational AI dan manajemen pesanan yang sukses memotong durasi respons

obrolan pelanggan dari 4,7 jam menjadi 10,5 menit.

3. Finance & Operations Zone (Mekari Jurnal, Expense/XPM, Klikpajak): Menguji keandalan Airene Anomaly Checker dalam mendeteksi ketidakwajaran laporan keuangan dan peringatan (flagging) pengeluaran secara otomatis.

Foto: Jakartakita.com/Edi Triyono
4. Strategy, IT & Legal Zone (Mekari Officeless & Sign): Memperagakan pembuatan Agentic Workflows tanpa kode (no-code) hanya dengan memberikan instruksi bahasa sehari-hari (prompting).

Menuju Era AI yang Lebih Aman dan Produktif

Mekari Conference 2026 menandai pergeseran penting dalam perjalanan adopsi AI di

Indonesia. Jika beberapa tahun terakhir perusahaan masih berada pada tahap eksplorasi dan eksperimen, kini fokus mulai bergeser menuju tata kelola, integrasi, keamanan, serta

penciptaan nilai bisnis yang nyata.

Dengan menghadirkan pemimpin dari OpenAI, AWS, Meta, regulator, akademisi, sektor

perbankan, hingga pelaku industri nasional, konferensi ini menjadi ruang dialog yang

mempertemukan berbagai perspektif untuk menjawab satu pertanyaan besar: bagaimana

Indonesia dapat memanfaatkan AI secara optimal tanpa kehilangan aspek keamanan,

kepercayaan, dan peran manusia yang menjadi fondasi utama kemajuan bisnis. (Edi Triyono)

#Mekari #AIIndonesia #ShadowAI #BisnisDigital #KeamananData #TeknologiBisnis #AIatWork #EfisiensiBisnis

#AI di Bisnis#Bisnis#Efisiensi Bisnis#Human-in-the-Loop#keamanan data#Konferensi Teknologi#Mekari#Shadow AI#Teknologi
💬Reacties0
DISKUSI BASUDARA

Reacties 0