Nasional

Pariwisata Indonesia Tumbuh Positif, Devisa Capai US$8,43 Miliar hingga Semester I 2026

Pariwisata Indonesia mencatat pertumbuhan positif hingga Juli 2026 dengan 8,98 juta kunjungan wisman, 737,85 juta perjalanan wisnus, dan devisa US$8,43 miliar pada Semester I.

Nasional 2026-09-14 18:40:15 Jakartakita.com 👁 15 dilihat 0 💬 0

Pariwisata Indonesia Tumbuh Positif, Devisa Capai US$8,43 Miliar hingga Semester I 2026

Pariwisata Indonesia mencatat pertumbuhan positif hingga Juli 2026 dengan 8,98 juta kunjungan wisman, 737,85 juta perjalanan wisnus, dan devisa US$8,43 miliar pada Semester I.

Pariwisata Indonesia Tumbuh Positif, Devisa Capai US$8,43 Miliar hingga Semester I 2026

Sektor pariwisata Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif hingga Juli 2026, tercermin dari peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara, perjalanan wisatawan nusantara, hingga tingkat okupansi hotel. Kinerja tersebut turut memperkuat kontribusi pariwisata terhadap perekonomian nasional dan daerah.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat menyampaikan Laporan Bulanan Kinerja Kementerian Pariwisata di Jakarta, Rabu (9/9/2026), mengatakan capaian tersebut menjadi alasan untuk tetap optimistis di tengah ketidakpastian global.

“Capaian ini tentu patut kita syukuri. Namun pada saat yang sama, situasi global masih sangat dinamis. Karena itu, Kementerian Pariwisata terus melakukan mitigasi, memperkuat strategi pasar, dan memastikan agar momentum pertumbuhan ini dapat terus dijaga hingga akhir tahun,” ujar Widiyanti.

Foto: Kemenpar

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang Januari–Juli 2026 mencapai 8,98 juta kunjungan, tumbuh 5,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan terutama berasal dari Asia lainnya sebesar 8,69 persen, Asia Tenggara 7,32 persen, dan Oseania 7,26 persen.

Dari sisi penerimaan, devisa pariwisata pada Semester I 2026 mencapai US$8,43 miliar atau sekitar Rp145,13 triliun, meningkat 2,88 persen dibandingkan US$8,20 miliar pada periode yang sama 2025.

Menurut Widiyanti, capaian tersebut menunjukkan pariwisata tetap memiliki daya tahan di tengah dinamika geopolitik dan perlambatan ekonomi global.

Foto: Kemenpar

“Pariwisata bukan hanya tentang berapa banyak wisatawan yang datang, tetapi seberapa besar nilai ekonomi yang mereka tinggalkan di Indonesia dan seberapa luas manfaatnya dirasakan masyarakat,” katanya.

Kontribusi tersebut juga terlihat dari Tourism Satellite Account BPS. Pada 2025, kontribusi langsung pariwisata terhadap PDB mencapai 4,78 persen atau sekitar Rp1.139 triliun, meningkat dari sekitar Rp1.057 triliun pada 2024.

Sementara itu, Wamenpar Ni Luh Puspa menyebut perjalanan wisatawan nusantara menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan. Sepanjang Januari–Juli 2026 tercatat 737,85 juta perjalanan wisatawan nusantara, tumbuh 3,34 persen secara tahunan.

Pada periode yang sama, perjalanan masyarakat Indonesia ke luar negeri mencapai 5,26 juta perjalanan atau turun 3,25 persen. Dengan demikian, Indonesia mencatat surplus perjalanan wisata sebesar 3,71 juta perjalanan.

Foto: Kemenpar

Kinerja industri akomodasi juga membaik. Tingkat okupansi hotel Januari–Juli 2026 mencapai 49,13 persen, naik 2,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Pertumbuhan pariwisata tidak cukup hanya diukur dari jumlah orang yang melakukan perjalanan. Yang ingin kita dorong adalah bagaimana perjalanan tersebut menghasilkan lama tinggal, belanja wisatawan, aktivitas usaha, serta manfaat ekonomi di destinasi,” ujar Ni Luh.

Selain mendorong pertumbuhan wisatawan, Kemenpar menjalankan sejumlah program penguatan ekosistem, antara lain aktivasi “Merdeka Berwisata #DiIndonesiaAja”, dukungan pada Pesta Rakyat dan Karnaval Kemerdekaan, serta program S’RASA (Rasa Rempah Indonesia) untuk memperkuat ekspor rempah dan gastrodiplomasi Indonesia.

Melalui business matching Trade Expo Indonesia, program S’RASA juga telah mendorong kesepakatan pembukaan restoran Indonesia di Australia, Belanda, Italia, dan Malaysia.

Kemenpar menegaskan pertumbuhan tersebut perlu dijaga melalui kolaborasi, peningkatan daya saing destinasi, keselamatan wisatawan, serta pemerataan manfaat ekonomi agar pariwisata semakin berkualitas dan berkelanjutan. (Henry)

#Devisa Pariwisata#Kemenpar#Nasional#Okupansi Hotel#Pariwisata#pariwisata Indonesia#Tour & Travel#Traveling#Widiyanti Putri Wardhana#wisatawan mancanegara#wisatawan nusantara
💬Komentar0
DISKUSI BASUDARA

Komentar 0