Bank Jakarta menggelar Akad Kredit Massal bagi 100 pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta. Kegiatan tersebut disaksikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno bersama jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pemangku kepentingan terkait.
Program ini menjadi bagian dari komitmen Bank Jakarta memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro melalui layanan yang lebih dekat dan sesuai dengan kebutuhan usaha masyarakat.
Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan, perseroan ingin memastikan pedagang tidak kesulitan mengakses pembiayaan formal.
“Kami tidak ingin pedagang yang sibuk mencari bank. Bank Jakarta yang harus semakin dekat dan hadir di tengah-tengah pedagang,” ujar Agus.
Khusus di Pasar Induk Kramat Jati, penyaluran kredit Bank Jakarta telah mencapai plafon sekitar Rp48 miliar kepada 167 pedagang. Potensi pembiayaan masih terbuka luas karena pasar tersebut memiliki lebih dari 5.000 tempat usaha dan menjadi salah satu pusat perdagangan penting di Jakarta.
Untuk memperluas jangkauan layanan, Bank Jakarta kini didukung 243 Sentra Mikro yang tersebar di seluruh wilayah DKI Jakarta.
Foto: dok. Bank Jakarta
Agus menegaskan, keberhasilan program pembiayaan tidak hanya diukur dari besarnya kredit yang disalurkan, tetapi dari dampaknya terhadap perkembangan usaha pedagang.
“Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika pembiayaan tersebut membuat usaha pedagang berkembang, omzet bertambah, lapangan kerja tercipta, dan semakin banyak UMKM Jakarta naik kelas,” katanya.
Pelaksanaan akad kredit massal ini sekaligus memperkuat sinergi antara Pemprov DKI Jakarta, Perumda Pasar Jaya, dan Bank Jakarta dalam membangun ekosistem UMKM yang inklusif dan berkelanjutan di pasar rakyat.
Melalui pembiayaan yang semakin mudah dijangkau, Bank Jakarta berharap pelaku usaha mikro dapat memperkuat modal, mengembangkan usaha, serta meningkatkan kapasitas bisnis secara bertahap. (Henry)


Komentar 0
Login dengan Google atau Facebook untuk menyukai, menyimpan, dan memberi komentar.