Hiburan

Tayang Jelang Hari Kesehatan Mental Sedunia, Hasut Buktikan Film Horor tak Perlu Penampakan

Film horor misteri Hasut mengangkat tema paranoia dan trauma dengan teror suara tanpa penampakan, tayang jelang Hari Kesehatan Mental Sedunia sebagai refleksi kesehatan mental.

Hiburan 2026-11-08 00:00:48 Jakartakita.com 👁 30 dilihat ♥ 0 💬 0

Tayang Jelang Hari Kesehatan Mental Sedunia, Hasut Buktikan Film Horor tak Perlu Penampakan

Film horor misteri Hasut mengangkat tema paranoia dan trauma dengan teror suara tanpa penampakan, tayang jelang Hari Kesehatan Mental Sedunia sebagai refleksi kesehatan mental.

Tayang Jelang Hari Kesehatan Mental Sedunia, Hasut Buktikan Film Horor tak Perlu Penampakan

Tuta Films mempersembahkan film horor-misteri Hasut, karya debut sutradara Ilya Sigma yang mengeksplorasi perasaan takut, curiga, dan terteror dari suara-suara misterius yang muncul dari HT, dan menyesatkan pikiran keempat sahabat di sebuah hutan. Siapa yang berada di balik suara tersebut? Dan mana yang harus dipercaya?

Dua pertanyaan ini menjadi tema utama Hasut, sekaligus membawa penonton masuk ke dalam misteri yang dialami keempat sahabat tersebut. Film Hasut menghadirkan horor tanpa penampakan, dengan ketegangan yang dibangun melalui suara-suara misterius yang semakin manipulatif dan memicu paranoia.

Justru suara-suara inilah yang membuat teror terasa nyata dan membuat penonton terus bertanya seberapa jauh mereka akan saling mencelakai.

Dibintangi empat pemeran utama yang menampilkan akting mereka dengan solid, Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova saling curiga satu sama lain, saat suara misterius itu ‘membajak’ HT mereka.

Keempatnya yang datang dengan luka dan trauma masa lalu, menjadi semakin tak terkontrol, ketika suara-suara itu juga menghasut mereka untuk saling tak mempercayai hingga akhirnya melukai satu sama lain. Hingga akhir film, kita bertanya, siapa yang menghasut, dan siapa yang bisa dipercaya, saat semua yang terlihat tak sama dengan yang terdengar?

Foto: POPLICIST Publicist-Arman Febryan
“Film Hasut berbicara tentang sebuah rasa curiga dan kepercayaan. Dengan elemen suara yang menjadi kekuatan film ini, Hasut menjadi horor yang datang bukan dari makhluk yang tak terlihat, tapi dari keraguan terhadap diri sendiri dan orang terdekat,” terang penulis dan sutradara Ilya Sigma dalam press screening di XXI Plaza Indonesia, Jakarta.

Film Hasut disutradarai oleh Ilya Sigma, ditulis Ilya Sigma bersama Priesnanda Dwisatria. Film ini diproduseri oleh Putrama Tuta, Siera Tamihardja, dan ko-produser Nick Musa, serta ko-produser Randi Wibawa.

Bagi Rachel Amanda, film Hasut menjadi tantangan baru baginya. Hasut sendiri menjadi film horor ketiga yang dibintanginya. Salah satu yang menantang bagi Amanda adalah lokasi syuting yang sepenuhnya berada di hutan, dengan pemeran yang terdiri dari empat aktor. Kekuatan aktor di film ini juga sangat diuji untuk menghidupkan suasana teror psikologis yang muncul dari suara-suara misterius.

“Menonton film Hasut akan membawa kita pada sebuah perasaan tegang, terteror secara psikologis, dan refleksi tentang sebuah relasi terhadap orang terdekat kita. Dan berada di hutan, alam, membuat kita bisa terbuka sisi-sisi yang mungkin selama ini kita tutupi, dan memperlihatkan tentang apakah kita adalah orang yang selama ini menghasut, atau yang dihasut?” kata Rachel Amanda.

“Buat aku salah satu adegan paling emosional adalah saat bersama Rachel Amanda, yang cukup menguras emosi. Karena kami berdua di sini adalah kakak-adik, yang punya trauma di masa lalu, dan di hutan inilah, keduanya mencoba membicarakannya buat kali pertama. Perasaan luka masa lalu itu juga yang rasanya membuat karakter Vira dan Rere relate dengan banyak orang,” tutur Karina Salim.

Foto: POPLICIST Publicist-Arman Febryan
Pada akhirnya, Hasut meninggalkan satu pertanyaan menohok: ketika semua orang terlihat bisa dipercaya, tetapi suara yang kita dengar mengatakan sebaliknya, siapa yang akan kita pilih untuk dipercaya?

Tema di film Hasut juga akan membawa kita pada sebuah perjalanan yang memberikan kita pemahaman tentang bagaimana setiap manusia menghadapi luka dan trauma, yang juga dapat berdampak pada kesehatan mental mereka.

Film Hasut sendiri tayang jelang Hari Kesehatan Mental Sedunia (World Mental Health Day) yang diperingati pada 10 Oktober. Film Hasut menjadi momen reflektif untuk memahami pengalaman orang-orang dengan pengalaman langsung (People with Lived Experience) terkait kondisi kesehatan mentalnya.

Di film ini, salah satu yang diperlihatkan adalah kakak-adik Vira dan Rere, yang diperankan Karina Salim dan Rachel Amanda, yang memiliki trauma pada masa lalunya, atas kematian orangtuanya.

Keduanya memiliki cara menjalani hidup yang berbeda. Vira berusaha untuk sembuh dengan melakukan berbagai prosesi penyembuhan hingga akhirnya menjadi seorang healer, sedangkan Rere cenderung menghindari dan menyangkal trauma tersebut.

Foto: Jakartakita.com/Henry
Namun, perjalanan Vira sebagai seorang healer juga membuatnya tanpa sadar menjadikan proses penyembuhan sebagai bagian dari dirinya.

Keinginannya untuk membantu Rere kemudian membuat Vira memaksakan kehendaknya agar Rere juga mau menjalani proses penyembuhan. Padahal, dalam penanganan orang dengan pengalaman langsung kesehatan mental, tak boleh ada pemaksaan, menurut organisasi WHO.

Sering kali, orang dengan pengalaman langsung kesehatan mental diminta untuk membagikan kisah mereka, tetapi diabaikan dalam pengambilan keputusan. Seperti halnya Rere yang diabaikan oleh Vira dalam keputusannya untuk memproses lukanya.

“Di film ini saya juga ingin mengajak untuk berefleksi, bertanya mengenai bagaimana jika keinginan untuk menyelamatkan bisa berubah menjadi alat untuk memanipulasi dan mengontrol?” ujar Ilya Sigma.

Pada momen memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia ini, mari kita melangkah dari sekadar mendengarkan menjadi mengambil tindakan, dan berefleksi melalui perjalanan karakter-karakter di film Hasut. (Henry)

#Hasut #FilmHoror #KesehatanMental #HariKesehatanMental #FilmPsikologis #IlyaSigma #TutaFilms

#debut sutradara#film horor#film psikologis#Hari Kesehatan Mental#Hasut#Hiburan#Ilya Sigma#kesehatan#kesehatan mental
💬Komentar0
DISKUSI BASUDARA

Komentar 0