Gaya Hidup

XLSMART dan REMIND Dorong Pengelolaan Sampah Elektronik Berkelanjutan

XLSMART dan REMIND menghadirkan #ByeByeBox di ITB untuk memudahkan pengumpulan e-waste sekaligus mengedukasi generasi muda tentang ekonomi sirkular.

Gaya Hidup 2026-09-16 20:00:07 Jakartakita.com 👁 15 views 0 💬 0

XLSMART dan REMIND Dorong Pengelolaan Sampah Elektronik Berkelanjutan

XLSMART dan REMIND menghadirkan #ByeByeBox di ITB untuk memudahkan pengumpulan e-waste sekaligus mengedukasi generasi muda tentang ekonomi sirkular.

XLSMART dan REMIND Dorong Pengelolaan Sampah Elektronik Berkelanjutan

PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) bersama REMIND menggelar #ByeByeBox Campus Roadshow to ITB untuk mendorong pengelolaan limbah elektronik atau e-waste yang lebih bertanggung jawab sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai ekonomi sirkular.

Program yang berlangsung 14–28 September 2026 tersebut diawali dengan peluncuran di Aula Timur Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 14 September, kemudian dilanjutkan dengan aktivasi #ByeByeBox di area kampus hingga 28 September.

#ByeByeBox merupakan E-Waste Reverse Vending Machine yang dikembangkan untuk memudahkan masyarakat menyerahkan perangkat elektronik yang sudah tidak digunakan ke jalur pengelolaan yang lebih bertanggung jawab. Dalam program bersama REMIND, perangkat tersebut juga menjadi sarana edukasi mengenai pengelolaan e-waste dan pemulihan material.

Foto: XLSmart

Pada tahap pertama kampanye yang berlangsung hingga November 2026, XLSMART dan REMIND menargetkan pengumpulan 600 kilogram e-waste. Seluruh limbah yang terkumpul akan dicatat dan diukur sebagai bagian dari evaluasi dampak program.

Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, mengatakan pertumbuhan teknologi digital perlu berjalan bersama tanggung jawab terhadap lingkungan.

“Melalui #ByeByeBox, kami ingin membuat pengelolaan e-waste menjadi lebih mudah, dekat, dan relevan bagi generasi muda. Program ini menjadi bagian dari perjalanan XLSMART dalam membangun ekosistem digital yang semakin bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujar Merza.

Pengguna cukup membawa perangkat elektronik kecil yang sudah tidak digunakan dan mengikuti petunjuk pada mesin. Perangkat kemudian dipindai dan divalidasi menggunakan kamera serta teknologi AI, ditimbang secara otomatis, lalu dicatat dalam sistem REMIND.

E-waste yang terkumpul selanjutnya diproses melalui pemulihan material. Material yang masih memiliki nilai dapat dikembalikan ke siklus pemanfaatan sesuai prinsip ekonomi sirkular.

Founder & CEO REMIND, Muhammad Dzikri Ahira Soefihara, mengatakan teknologi digunakan untuk membuat proses pengumpulan, pencatatan, dan pemulihan e-waste lebih mudah serta terukur.

ITB dipilih sebagai lokasi awal karena mempertemukan unsur teknologi, akademik, sustainability, dan aktivitas mahasiswa. Program ini melibatkan XLSMART, REMIND, Ikatan Mahasiswa Metalurgi ITB, ITB, GSMA, serta BAPPENAS.

Foto: XLSmart

Selain aspek lingkungan, program juga memberikan insentif bagi pengguna XL, AXIS, dan Smartfren. Peserta dapat memperoleh bonus kuota utama berdasarkan berat e-waste yang dikumpulkan, yaitu 500 MB untuk kurang dari 1 kg, 1 GB untuk 1–2 kg, dan 1,5 GB untuk lebih dari 2 kg, dengan masa berlaku satu hari.

Di internal perusahaan, XLSMART juga mengelola e-waste dari kegiatan operasional, termasuk perangkat jaringan, perangkat IT, baterai, aset elektronik, serta perangkat dari proses dismantling tower. Pengelolaan dilakukan bersama pihak ketiga sesuai kompetensi dan regulasi yang berlaku.

Melalui pendekatan tersebut, XLSMART berupaya mengelola e-waste dari sisi operasional sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat dan komunitas. Keberhasilan program akan diukur tidak hanya dari jumlah limbah yang dikumpulkan, tetapi juga partisipasi, engagement, perubahan perilaku, dan dampak pengelolaan yang dapat dilaporkan secara terukur. (Henry)

#ByeByeBox#E-Waste#Ekonomi Sirkular#ESG#Gaya Hidup#itb#REMIND#sampah elektronik#Sustainability#Teknologi#Telekomunikasi#XLSmart
💬Comments0
DISKUSI BASUDARA

Comments 0