Berita

YJI DAN PERKI Luncurkan Kampanye Hari Jantung Sedunia 2026, Gelar Skrining, Fashion Nation Sampai Fun Run

Yayasan Jantung Indonesia dan PERKI meluncurkan kampanye Hari Jantung Sedunia 2026 dengan skrining penyakit jantung, fashion show amal, serta fun run untuk mengedukasi dan mendeteksi dini penyakit jantung.

Berita 2026-10-01 00:01:12 Jakartakita.com 👁 8 views ♥ 0 💬 0

YJI DAN PERKI Luncurkan Kampanye Hari Jantung Sedunia 2026, Gelar Skrining, Fashion Nation Sampai Fun Run

Yayasan Jantung Indonesia dan PERKI meluncurkan kampanye Hari Jantung Sedunia 2026 dengan skrining penyakit jantung, fashion show amal, serta fun run untuk mengedukasi dan mendeteksi dini penyakit jantung.

YJI DAN PERKI Luncurkan Kampanye Hari Jantung Sedunia 2026, Gelar Skrining, Fashion Nation Sampai Fun Run

Yayasan Jantung Indonesia (YJI) bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) secara resmi meluncurkan kampanye nasional Hari Jantung Sedunia 2026 dengan tema "Don't Miss A Beat". Kampanye ini merupakan ajakan untuk lebih peka terhadap tubuh, peduli pada kesehatan jantung, dan berani mengambil langkah nyata menuju hidup lebih sehat.

Acara ini menjadi penanda dimulainya rangkaian kampanye nasional menyambut puncak peringatan Hari Jantung Sedunia yang jatuh setiap 29 September. Pada tahun ini, YJI menempatkan program skrining Penyakit Jantung Rematik (PJR) sebagai salah satu kegiatan utama dari seluruh rangkaian peringatan.

Skrining PJR merupakan wujud nyata komitmen YJI dalam mendeteksi dini penyakit jantung rematik — khususnya pada anak dan remaja — yang masih menjadi masalah kesehatan signifikan di Indonesia.

Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia, Annisa Pohan Yudhoyono, menyampaikan bahwa program skrining PJR telah dan akan berjalan di 4 lokasi strategis: Malang, Tulang Bawang (Lampung), Bekasi, dan Minahasa Utara.

"Skrining PJR adalah bentuk deteksi dini dan intervensi tepat sasaran. Kami ingin memastikan tidak ada anak Indonesia yang kehilangan masa depannya karena penyakit jantung yang seharusnya bisa dicegah," ucap Annisa dalam konferensi pers peluncuran kampanye nasional Hari Jantung Sedunia 2026 di Kantor Yayasan Jantung Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu, 23 September 2026.

"Kami mengajak pemerintah, swasta, akademisi, dan seluruh masyarakat untuk bersinergi menciptakan ekosistem sehat. Kampanye ini tidak boleh hanya seremonial — ia harus menjadi gerakan berkelanjutan yang mengubah gaya hidup masyarakat Indonesia," sambungnya.

Annisa menambahkan, YJI bukan hanya mengumpulkan data dari kegiatan skrining. Anak yang terdeteksi mengalami PJR maupun penyakit jantung bawaan juga akan dibantu untuk mendapatkan rujukan ke rumah sakit di daerah yang memiliki dokter spesialis jantung dan fasilitas pemeriksaan lanjutan.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan deteksi dini dapat diikuti dengan penanganan yang sesuai bagi anak yang teridentifikasi mengalami penyakit jantung.

Foto: Jakartakita.com/Henry
Sebagai bagian dari ekosistem gerakan yang lebih luas, rangkaian peringatan ini didukung oleh berbagai kegiatan yang memperkuat pesan kampanye dengan pendekatan yang lebih dekat dengan keseharian juga partisipatif.

Fashion Nation 20th Edition akan digelar pada 25 September 2026 di Senayan City — sebuah charity fashion show yang menampilkan desainer ternama seperti Amot Syamsuri Muda, Rinda Salmun, dan Glashka dengan para dokter spesialis jantung dan beberapa figur publik sebagai muse. Sebagian hasil penjualan akan didonasikan untuk anak-anak dengan penyakit jantung bawaan dari keluarga pra-sejahtera.

Ketua Bidang Komunikasi YJI, Bapak Iwet Ramadhan, menjelaskan bahwa kampanye ini menggunakan pendekatan 3E: Educate, Engage, Activate. Educate berarti informasi kesehatan yang kredibel dan mudah dicerna. Engage adalah mellibatkan publik figur, komunitas, dan media. Activate artinya mendorong aksi nyata seperti olahraga dan pola hidup sehat.

Ia juga mengajak media untuk menjadi mitra dalam menyebarkan pesan-pesan kesehatan jantung secara masif dan kreatif. "Komunikasi yang baik adalah kunci perubahan perilaku," kata Iwet.

Puncak Hari Jantung Sedunia 2026 digelar melalui FunWorld Heart Day Run 2026 pada 27 September 2026 di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Acara meliputi 5K Fun Run, Senam Jantung Sehat, dan pengumuman pemenang Body Transformation Competition—tantangan 3 bulan hidup sehat sejak Juni 2026.

Body Transformation Competition (BTC) menilai perbaikan komposisi tubuh dan parameter kesehatan seperti IMT, lingkar perut, tekanan darah, profil lipid, dan gula darah melalui olahraga teratur, gizi seimbang, serta pemantauan berkala.

Rangkaian acara juga mengusung campaign Atrial Fibrillation (AF) untuk deteksi dini fibrilasi atrium, termasuk MENARI (Meraba Nadi Sendiri): memeriksa denyut nadi sendiri dan segera ke fasilitas kesehatan bila irama tidak teratur disertai berdebar, lemas, atau sesak.

Ada pula Basic Life Support (BLS)/Bantuan Hidup Dasar: mengenali henti jantung, menghubungi gawat darurat, melakukan RJP/CPR, dan menggunakan AED.

Foto: Jakartakita.com/Henry
Ketua Panitia, dr. Rizky Aulia Fanani, Sp.JP, Subsp. Ar. (K), menyebut momen ini sebagai titik awal gaya hidup sehat. "Aktivitas fisik terukur dan skrining rutin adalah kunci pencegahan penyakit kardiovaskular," ujarnya.

Kampanye ini juga mendapat dukungan dari mitra strategis lintas sektor. OMRON Healthcare Indonesia, yang diwakili oleh Direktur Tomoaki Watanabe, menegaskan komitmennya untuk mendukung gerakan ini sejalan dengan visi global “Going for Zero”, yaitu mendorong upaya pencegahan untuk menekan risiko komplikasi stroke dan serangan jantung melalui deteksi dini serta pemantauan kesehatan secara berkala.

Sejalan dengan visi ‘Going for Zero’, OMRON percaya bahwa pencegahan penyakit kardiovaskular perlu dimulai dari kesadaran dan langkah nyata yang dapat dilakukan setiap hari. Karena itu, mereka tidak hanya menghadirkan perangkat kesehatan, tetapi juga membangun ekosistem yang dapat mendukung masyarakat dalam memantau dan menjaga kesehatan jantung secara berkelanjutan.

Pemantauan kesehatan secara rutin menjadi semakin penting seiring dengan tingginya perhatian terhadap faktor risiko kardiovaskular, termasuk hipertensi dan gangguan irama jantung seperti Atrial Fibrillation (AFib). Untuk mendukung kebutuhan tersebut, OMRON terus mengembangkan solusi yang memungkinkan masyarakat melakukan pemantauan kesehatan secara mandiri di rumah.

“Melalui semangat ‘Keep On, Life On’, kami ingin membantu masyarakat menjadikan pemantauan kesehatan sebagai bagian dari keseharian. OMRON hadirkan beragam solusi, mulai dari tensimeter dengan teknologi IntelliSense AFib® hingga perangkat Home EKG (elektrokardiogram) yang bisa membantu pengguna memantau tekanan darah dan irama jantung serta mengenali kemungkinan AFib,” terang Fanny Himawan, Marketing Manager OMRON Healthcare Indonesia.

Sementara itu, Ketua Pengurus Pusat PERKI, dr. Ade Meidian Ambari, SpJP(K), PhD, menyampaikan apresiasi kepada YJI atas kolaborasi strategis dalam kampanye Hari Jantung Sedunia 2026. Penyakit kardiovaskular masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia. Namun, banyak faktor risikonya sebenarnya dapat dicegah dan dikendalikan.

“Jadi pada momentum Hari Jantung Sedunia 2026 ini, kami mengajak seluruh Masyarakat Indonesia untuk memulai pola hidup sehat, aktivitas fisik teratur, mengendalikan tekanan darah, kolesterol, gula darah, berhenti merokok, menjaga berat badan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala,” tutur dr Ade.

“Jangan menunggu sakit untuk mulai peduli terhadap kesehatan jantung. Keren itu mencegah dan mendeteksi penyakit sejak dini”, pungkasnya. (Henry)

#HariJantungSedunia #YayasanJantungIndonesia #PERKI #SkriningJantung #KesehatanJantung #FunRun #FashionNation #KampanyeKesehatan

#Berita#Fashion Nation#fun run#Hari Jantung Sedunia#Kampanye Kesehatan#kesehatan#Penyakit Jantung Rematik#Perki#Skrining Kesehatan#Yayasan Jantung Indonesia
💬Comments0
DISKUSI BASUDARA

Comments 0