dari katong par katong samua

Latupono Jaring Aspirasi Warga RW 10 Negeri Batu Merah

46

AMBONMANISE.COM- Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Rustam Latupono menghelat reses masa sidang III  di RW 10 Negeri Batu Merah Kecamatan Sirimau.

Reses ini berlangsung diareal pemukiman penduduk dikawasan Ongkoliong yang dihadiri ketua RW 10, Zulkifly Fakaubun, Ketua RT 001, H Suddin, Ketua RT 002, Abu Rumarusun, perangkat RT 003, tokoh masyarakat, pemuda, guru pengajian, ibu-ibu majelis Taklim, Selasa (16/10).

Dalam reses tersebut, Latupono tidak berbicara banyak. Dia lebih memilih mendengar aspirasi dan tuntutan masyarakat.

Dikatakan, sejak tanggal 13-19 Oktober 2018, seluruh anggota legislatif tidak melaksanakan aktifitasnya di gedung DPRD Kota Ambon.

“Dalam enam hari ini, Anggota DPRD Kota Ambon wajib berkantor di masyarakat guna menjaring aspirasi masyarakat untuk diperjuangkan nantinya. Dan hari ini saya bersyukur dapat berjumpa dengan warga yang ada di kawasan Ongkoliong RW 10 Negeri Batu Merah. Saya harap, ada banyak aspirasi yang disampaikan kepada saya sebagai wakil basudara samua di DPRD Kota Ambon. Saya akan mencoba memperjuangkan itu demi kepentingan masyarakat di RW 10,” ungkap Latupono.

Sejumlah aspirasi yang disampaikan kepada Latupono antara lain, warga meminta adanya pembangunan talud penahan ombak sepanjang 380 meter oleh Pemerintah Kota Ambon, perbaikan talud penahan tanah yang longsor akibat bencana, pembangunan bak penampungan air bersih, pembangunan Tempat Pembuangan Sampah (TPS), mobil ambulance, perbaikan jalan rusak diwilayah Ongkoliong dan seputaran pasar Batu Merah, permodalan bagi pedagang, program-program pemberdayaan hingga dana hibah.

Selain itu, warga juga meminta ada perhatian pemerintah kota bagi anak-anak mereka yang putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi.

“Kalau ada program paket A atau B, kami harap dapat mengakomodir anak-anak kami,” ujar warga.

Apa yang disampaikan warga telah ditampung. Latupono berjanji akan memperjuangkan itu. Walaupun tidak semua aspirasi yang disampaikan akan terjawab, tetapi aspirasi dinilai pioritas demi kepentingan banyak orang akan dia perjuangkan.

“Kita sadari sungguh keuangan daerah kita untuk belanja publik khususnya pembangunan fisik sangat kecil yaitu Rp200 miliar dari Rp1,1 triliun APBD Kota Ambon tahun anggaran 2018. Anggaran ini harus dikelola untuk seluruh kepentingan masyarakat di lima kecamatan. Olehnya itu, apa yang menjadi pioritas warga RW 10, akan saya perjuangkan itu,” ujar aleg dua periode ini.

Terkait permintaan pembangunan bak sampah, menurut Latupono harus dibicarakan secara tuntas di masyarakat. Sehingga ketika dibangun TPS di lingkungan warga tidak komplain.

“Hampir semua lokasi yang saya turun, mereka minta pembangunan bak sampah. Tetapi kenyataannya dilapangan, ada penolakan warga yang rumah dekat dengan TPS. Olehnya itu pemkot berinisiatif, kawasan yang padat penduduk di fasilitasi bak sampah yang bisa langsung diangkut kalau sudah penuh,” tandasnya.

Terkait mobil ambulance untuk membantu proses pengantaran jenazah atau warga yang meninggal, Latupono mengaku belum mampu pengadaan mobil ambulance. Tetapi ia berjanji, akan membantu warga dengan berkordinasi dengan partai Gerindra untuk menyiapkan mobil ambulance atau lintas partai memiliki fasilitas itu kalau ada warga yang membutuhkan.

Terkait pembedayaan kelompok masyarakat, Latupono berjanji akan mengakomodir satu kelompok RW 10.

“Saya minta dibentuk satu kelompok terdiri dari 10 orang. Proposalnya disiapkan, saya akan masukan dan perjuangkan itu,” kata ia.

Dalam kesempatan itu, Latupono juga membantu renovasi pembangunan tempat pengajian yang berada di RT.001/10.

Diakhir resesnya, Latupono mengajak masyarakat untuk mendukung program dan kebijakan pemerintah Kota Ambon dan tetap menjaga kamtibnas selama pelaksanaan Pemilu Presiden dan Legislatif 201. Termasuk mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Tingkat Nasional I yang aka digelar di Kota Ambon Tanggal 27 Oktober hingga 2 November 2018. (AM-01).

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: