Bisnis

The Canopy Room Buka Gerai Perdana di Plaza Indonesia, Hadirkan 17 Brand Fashion Independen

The Canopy Room hadir di Plaza Indonesia sebagai gerai pertama yang mengkurasi 17 brand fashion independen Indonesia serta menampilkan instalasi desain dengan material lokal kontemporer.

Bisnis 2026-09-24 00:01:17 Jakartakita.com 👁 4 dilihat 0 💬 0

The Canopy Room Buka Gerai Perdana di Plaza Indonesia, Hadirkan 17 Brand Fashion Independen

The Canopy Room hadir di Plaza Indonesia sebagai gerai pertama yang mengkurasi 17 brand fashion independen Indonesia serta menampilkan instalasi desain dengan material lokal kontemporer.

The Canopy Room Buka Gerai Perdana di Plaza Indonesia, Hadirkan 17 Brand Fashion Independen

Ruang bagi desainer dan brand fashion independen Indonesia terus berkembang. Salah satunya melalui kehadiran The Canopy Room, destinasi fashion yang mempertemukan sejumlah brand lokal dalam satu ruang kurasi. Setelah hadir sebagai platform bagi karya desainer independen, The Canopy Room kini membuka gerai pertamanya di Plaza Indonesia, Jakarta.

Kehadiran gerai tersebut menjadi langkah baru The Canopy Room dalam memperluas akses masyarakat terhadap karya brand independen Indonesia. Konsep yang ditawarkan tidak sekadar menghadirkan ruang berbelanja, tetapi juga memperkenalkan identitas, cerita, dan karakter di balik setiap brand yang dikurasi.

Creative Director The Canopy Room, Anita Anastasia, mengatakan pembukaan gerai di Plaza Indonesia menjadi bagian dari upaya mendekatkan brand independen kepada konsumen.

“Kehadiran The Canopy Room di Plaza Indonesia menjadi salah satu langkah penting bagi kami untuk membawa lebih banyak brand independen lebih dekat dengan masyarakat. Kami ingin menciptakan ruang di mana orang bisa datang, menemukan brand baru, mengenal ceritanya, sekaligus menemukan sesuatu yang sesuai dengan gaya mereka. Harapannya, The Canopy Room bisa menjadi destinasi yang membuat pengalaman menemukan fashion terasa lebih personal,” ujar Anita.

Berada di salah satu pusat perbelanjaan yang menjadi bagian dari kawasan gaya hidup urban Jakarta, The Canopy Room menyasar konsumen yang memiliki ketertarikan terhadap fashion, tren, serta brand-brand baru.

Pilihan brand yang dihadirkan memiliki karakter yang beragam. Untuk kebutuhan gaya smart-casual, misalnya, pengunjung dapat menemukan koleksi dari Dirty Laundry, Wear Alter, dan Luce and Vera yang dapat dikenakan untuk aktivitas profesional maupun pertemuan bisnis.

Sementara itu, Aequus, Ammartera, dan Prine menawarkan pilihan dengan siluet feminin yang dapat digunakan untuk acara formal maupun berbagai momen khusus.

Bagi konsumen yang menyukai gaya minimalis dan fleksibel, The Canopy Room menghadirkan Orgeo, Maison Kolori, Onze Studio, dan Rotouche. Koleksi tersebut dapat dipadukan dengan aksesori dari Abstrak dan Your Hands untuk melengkapi tampilan sehari-hari.

Adapun konsumen yang mencari gaya lebih edgy dan effortless dapat menemukan pilihan dari Isoos Studio dan Rauv untuk berbagai kesempatan kasual.

Koleksi yang tersedia tidak terbatas pada pakaian. The Canopy Room juga menghadirkan pilihan tas dan sepatu dari Page and Lane, YEVA, Scilla, dan Orbit Studio sehingga konsumen dapat melengkapi penampilannya dalam satu destinasi.

Angkat Material Lokal dalam Desain Kontemporer

Dukungan terhadap kreativitas lokal di The Canopy Room tidak hanya diwujudkan melalui kurasi brand fashion Indonesia. Identitas ruang tersebut juga diperkuat melalui kolaborasi dengan kreator dari lintas disiplin.

Untuk bagian fasad gerai di Plaza Indonesia, The Canopy Room berkolaborasi dengan set designer Nelly Sucitas. Kolaborasi tersebut menghasilkan instalasi yang memanfaatkan material botani lokal dan diolah dalam pendekatan desain kontemporer.

Instalasi yang dibuat khusus untuk The Canopy Room tersebut menggunakan serat batang pisang yang diproses hingga menjadi serat alami. Material tersebut kemudian dirangkai menjadi elemen visual yang memadukan karakter organik dengan bentuk arsitektural.

Nelly mengeksplorasi tekstil sebagai structure of matter, yakni permukaan yang terbentuk dari berbagai elemen yang saling terjalin. Gagasan tersebut diterjemahkan melalui susunan serat yang dibiarkan menjuntai, anyaman organik, hingga bagian yang kembali terurai menjadi rumbai alami.

Bentuk lengkung pada bagian atas instalasi memberikan kontras terhadap garis geometris fasad Plaza Indonesia. Penggunaan material alami sekaligus memberikan karakter yang lebih hangat pada tampilan gerai.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bagaimana material yang selama ini dianggap sederhana dapat memperoleh fungsi dan karakter baru melalui proses desain.

Hadirkan Pengalaman Fashion yang Lebih Personal

Pembukaan gerai perdana The Canopy Room juga diramaikan dengan sesi styling bersama fashion personality Jovi Adhiguna dan MJ Sehonanda pada 18-19 September 2026.

Melalui sesi tersebut, pengunjung dapat mengeksplorasi koleksi berbagai brand yang tersedia sekaligus memperoleh inspirasi styling secara lebih personal.

Bagi The Canopy Room, pengalaman tersebut menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih dekat antara desainer dan konsumen. Interaksi tidak hanya dibangun melalui produk, tetapi juga melalui cerita, pengalaman, dan identitas yang melekat pada masing-masing brand.

Anita mengatakan pihaknya ingin menjadikan The Canopy Room sebagai ruang yang memungkinkan masyarakat menemukan brand dan karya yang sebelumnya mungkin belum mereka kenal.

Foto: dok. The Canopy Room
Foto: dok. The Canopy Room
#TheCanopyRoom #PlazaIndonesia #FashionIndonesia #BrandIndependen #DesainKontemporer #MaterialLokal #FashionRetail #LifestyleJakarta

#Bisnis#brand fashion independen#desain kontemporer#Fashion#Fashion lokal#fashion retail#instalasi seni#lifestyle#material lokal#plaza indonesia#The Canopy Room
💬Komentar0
DISKUSI BASUDARA

Komentar 0