dari katong par katong samua

Diguncang gempa beruntun, warga Ambon panik dan mengungsi ke pegunungan

92

AMBONMANISE.COM– Gempa tektonik yang terjadi secara beruntun dan mengguncang kota Ambon, Kamis (10/10) siang menimbulkan kepanikan dan trauma masyarakat di Kota Ambon, sehingga sebagai besar memilih mengungsikan diri ke kawasan pegunungan di sekitar ibu kota provinsi Maluku itu.

Pemantauan di lapangan, ribuan warga dengan menggunakan kendaraan bermotor maupun berjalan kaki menuju kawasan Kudamati dan Gunung Nona, Kecamatan Nusaniwe, untuk menyelamatkan diri karena daerahnya tergolong tinggi.

Serangkaian gempa beruntun tersebut dipicu gempa bermagnitudo 5,2 pada pukul 13.39.44 WIT dan berpusat di 3,57 Lintang Selatan (LS) dan dan 128,26 Bujur Timur (BT) atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 16 Km arah Timur Laut Kota Ambon, pada kedalaman 10 km.

Suasana kepanikan akibat diguncang gempa beruntun membuat warga tidak sabar dan saling berebutan untuk mencapai wilayah tinggi, sehingga menimbulkan kemacetan arus lalu lintas di hampir semua wilayah pusat Kota Ambon.

Beberapa orang ibu, terlihat berjalan terburu-buru sambil menangis karena mengkhawatirkan anak-anak mereka yang sedang bersekolah maupun kuliah.

Gempa beruntun tersebut membuat warga yang sedang beraktivitas di kantor maupun siswa sekolah berlarian ke luar dan memilih menyelamatkan diri masing-masing ke lokasi aman.

Puluhan siswa SD hingga SMA yang panik juga terlihat lari ke arah Kudamati dan Gunung Nona untuk menyelamatkan diri.

“Nanti setelah gempa selesai baru katong pulang ke rumh. Yang penting menyelamatkan diri terlebih dahulu,” ujar beberapa siswa.

Kemacetan hebat terlihat pada berbagai titik di pusat Kota Ambon akibat warga yang menggunakan kendaraan roda dua dan empat berusaha menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi atau pun ingin mencari anak-anak mereka yang sementara berada di sekolah.

BMKG Ambon merilis gempa bumi tektonik pertama terjadi pada pukul 13:39:44 WIT pada kedalaman 10 Km dan dirasakan V MMI di Kota Ambon namun tidak berpotensi tsunami.


BMKG mencatat hingga Kamis siang pukul 14.05 WIT terjadi delapan aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M=4,6.

Tiga detik dari gempa utama magnitudo 5,2 terjadi gempa susulan bermagnitudo 4,6, menyusul gempa dengan magnitudo 3,6.
Gempa beruntun berikutnya dengan magnitudo 3,8 pada kedalaman 10 Km ini terjadi pukul 12:27:18 WIT dan pusatnya di daratan sekitar 18 Km arah timur laut Ambon dan dirasakan warga III MMI.

Sementara itu, Kepala BMKG Stasiun Geofisika kelas I Ambon, Sunardi, Kamis, menyebutkan hasil monitoring menunjukkan adanya delapan aktivitas gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M=4,6.

“Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi memiliki parameter update dengan magnitudo 5,2 pada pukul 13.39 WIT, diikuti gempa susulan sebanyak delapan kali,” katanya.

Episenter gempa terletak pada koordinat 3,57 LS dan 128,26 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 16 km arah Timur Laut Kota Ambon, Provinsi Maluku pada kedalaman 10 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi di wilayah Ambon ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan sesar mendatar (strike slip fault).

Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Ambon V MMI . Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Masyarakat diminta menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah, ” katanya. (Tim)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: