dari katong par katong samua

PLN Saumlaki Berlakukan Pemadaman Bergilir

436

Ambon, Tribun-Maluku.com : PT. PLN (Persero) Rayon Saumlaki memberlakukan pemadaman bergilir di Kota Saumlaki dan sejumlah desa di Tanimbar Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, karena dua unit mesin di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) rusak berat.

“Dua hari kemarin terjadi kerusakan pada mesin unit tiga dengan kapasitas 1.000 Kva atau 1 mega. Kami sudah berupaya perbaiki watter pump mesin yang rusak namun tidak bisa, sehingga kami kirim alat tersebut ke Jakarta untuk diperbaiki,” ujar Manager PLN Rayon Saumlaki, Yosep Suarlembit, dalam siaran persnya, Jumat (8/9).

PLTD Saumlaki memiliki lima unit mesin, tiga di antaranya masing-masing berkapasitas 1.000 Kva dan dua lainnya berukuran sedang.

Selain kerusakan terjadi pada mesin tiga, sebelumnya satu mesin mengalami gangguan berat dan belum bisa diperbaiki.

Dari lima unit mesin tersebut dua unit mesin yang berkapasitas 1.000 Kva rusak sehingga terjadi kekurangan pasokan daya listrik untuk melayani pelanggan dengan total beban lebih dari 3.000 Kva.

Yosep menyatakan pemadaman dilakukan pada malam dan siang hari secara bergilir, dan direncanakan kembali normal saat alatnya dikirim kembali dari Jakarta.

“Informasi dari teknisinya, hari Minggu (10/9) baru alatnya tiba dan pemasangannya membutuhkan satu hingga dua hari,” katanya.

Untuk mengatasi pelayanan kepada masyarakat, PLTD Saumlaki memasok listrik dari PLTD di desa Tutukembong, kecamatan Nirunmas untuk membantu melayani para pelanggan di desa Sifnana dan desa sekitarnya hingga desa Latdalam.

Sementara wilayah Kota Saumlaki hingga desa Olilit Raya dilayani secara bergilir dengan pasokan listrik yang tersedia di PLTD Ukurlaran.

“Salah satu penyebab kerusakan mesin adalah karena pepohonan di sepanjang jaringan listrik yang dilarang pemiliknya untuk dipangkas, sehingga pada saat angin kencang dan kena jaringan maka arus gangguan menuju mesin dan berakibat padam sekejap. Ini yang menyebabkan terjadi kerusakan pada mesin,” kata Yosep.

Dia berharap, masyarakat merelakan pepohonan yang mengalangi jaringan listrik untuk dipangkas sehingga peluang kerusakan mesin listrik tidak akan terjadi lagi dan selanjutnya pelayanan aliran listrik menjadi normal. (an/tm)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: