dari katong par katong samua

BPS Promal Gelar Peringatan HSN Ke-26

536

AMBON Tribun-Maluku.com- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku melaksanakan Peringatan Hari Statistik Nasional (HSN) ke-26 tanggal 26 September 2017 dalam suasana kekeluargaan, bertempat di halaman Kantor BPS Provinsi Maluku, Selasa (26/9/2017).

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku Hamin Bin Taher, bertindak sebagai Pembina upacara Peringatan Hari Statistik Nasional tingkat Provinsi Maluku, sekaligus membacakan sambutan tertulis Kepala BPS Pusat, Dr. Suhariyanto.

Menurut Suhariyanto, HSN bukanlah hari ulang tahun BPS, melainkan hari diundangkannya UU No.7 Tahun 1960 tentang Statistik, sehingga HSN bukan hanya milik insan BPS  tetapi milik seluruh bangsa Indonesia.

Semangat perayaan HSN sejatinya adalah upaya membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya data statistik. Kita patut bersyukur Presiden Joko Widodo sangat sadar akan pentingnya statistik dan memberikan kepercayaan yang luar biasa kepada BPS.

Pada beberapa kesempatan, Presiden Joko Widodo menekankan agar Kementerian/Lembaga menggunakan dan mengacu pada data BPS sebagai satu-satunya referensi dalam pengambilan kebijakan pembangunan.

Tidak pernah sekalipun Presiden melakukan intervensi atas data yang BPS hasilkan. Yang beliau lakukan adalah mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang masih dihadapi berdasarkan data BPS, kemudian berusaha mencari solusinya.

“Sekarang saatnya kita buktikan bahwa data BPS memang betul-betul berkualitas dan terpercaya. Seiring meningkatnya kepercayaan Pemerintah dan masyarakat kepada BPS, maka permintaan data pun akan semakin banyak dan beragam,”ucapnya.

Sebagai Kepala BPS Pusat, Dr. Suhariyanto tahu betapa berat tugas dan tanggung jawab jajaran BPS daerah. Bahkan melihat sendiri perjuangan petugas BPS di daerah begitu luar biasa dalam menghasilkan data, di tengah begitu banyak keterbatasan seperti kondisi geografis, infrastruktur dan SDM.

Suhariyanto menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran BPS di seluruh penjuru tanah air sebagai produsen data, termasuk kepada para dosen dan widyaiswara di STIS dan Pusdiklat BPS, khususnya kepada seluruh KSK yang sudah bekerja semaksimal mungkin mendaki gunung dan menyeberangi lautan, untuk mengumpulkan data.

Dikatakan, ke depan BPS Pusat akan terus berupaya menyempurnakan metodologi dan mengintegrasikan berbagai survei, sehingga pengumpulan data dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

“Kita akan evaluasi produk-produk yang telah dihasilkan, seberapa jauh dimanfaatkan oleh para pengguna data. Permintaan kerja sama pun akan diseleksi dan difilter, sehingga kita bisa meminimalisir melakukan survei baru,”janjinya.

Suhariyanto mengajak seluruh jajaran BPS baik di pusat maupun daerah untuk terus menjaga independensi BPS sampai kapanpun, di bawah tekanan seberat apapun, dan menjadikan BPS sebagai lembaga yang disegani, lembaga yang tidak bisa diintervensi.

Data BPS bukan untuk menyenangkan pihak-pihak tertentu. Data BPS harus betul-betul memotret fakta di lapangan secara objektif dan akurat dengan metodologi yang sudah baku dan sesuai dengan standard internasional.

“Tugas kita sekarang adalah mengedukasi para stakeholders untuk menyadari bahwa ketika angkanya tidak sesuai ekspektasi, maka itu adalah warning untuk segera dilakukan perbaikan,”tegasnya.

Tema peringatan HSN tahun 2017 adalah “Kerja Bersama dengan Data”, yang merupakan seruan bagi seluruh elemen bangsa untuk bekerja bersama, membangun Indonesia, dengan mengacu kepada statistik sebagai landasannya.

Kerja bersama ini juga sangat diperlukan dalam upaya kita mewujudkan capaian Sustainable Development Goals (SGDs). Setiap Kementerian/Lembaga termasuk Pemerintah Daerah memiliki tanggung jawab untuk memenuhi indikator SDGs, dan mengintegrasikannya dalam berbagai perencanaan program dan kebijakan di masing-masing instansi.

“Saya minta seluruh jajaran BPS dapat mendukung upaya pemenuhan indikator SDGs, terutama pengumpulan statistik sektoral oleh K/L dan Pemerintah Daerah. Dukungan yang diberikan tentu harus sesuai dengan porsi dan kapasitas BPS. Ini juga bagian dari langkah BPS dalam memperkuat Sistem Statistik Nasional (SSN),”pintanya.(TM02)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: