dari katong par katong samua

Masyarakat Kesal SPBU Terapkan Sistem Penjualan Premium

506

Ambon, Tribun-Maluku.com :  Masyarakat pengguna Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium mulai kecewa dengan ulah pihak stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di pusat Kota Ambon yang menerapkan sistem penjualan yang menyebabkan antrean panjang kendaraan.

“Tidak kesal bagaimana bung, SPBU sekarang ini menerapkan penjualan premium dengan waktu yang sudah ditentukan, tidak bebas lagi seperti penjualan bahan bakar lainnya seperti pertalite, pertamax maupun solar,” ujar Kace, pengemudi mobil angkutan kota (Angkot) jurusan tanah lapang kecil (Talake), ketika ditemui saat ikut antren di SPBU Soabali kawasan Pohon Pule .

Ia menyatakan hal itu sudah berlangsung sejak bulan lalu, sehingga pengemudi angkot seperti dirinya harus bisa memperhitungkan waktu dan bahan bakar sebelum mencari penumpang dan untuk ke SPBU.

SPBU Soabali, menurut pencermatan Kace, melayani konsumen yang mau mengisi premium pada pukul 9.00-11.00 WIT dan pada pukul 15.00-21.00 WIT.

“Jadi kalau terlambat dari waktu yang sudah ditentukan terpaksa harus pergi mencari SPBU yang ada di luar kota,” ujarnya.

Kekesalan yang sama juga disampaikan pengemudi motor ojek, Reimon, yang mengatakan proses ini sudah berlangsung sejak bulan Agustus 2017. Kebijakan itu hanya untuk premium, tidak untuk BBM jenis lainnya.

“Sebenarnya pihak PT.Pertamina Cabang Ambon harus melihat cara-cara seperti ini, lain hal kalau stok premium tidak ada, tapi ternyata stok premium ada dan itu terlihat jelas, sebab tiap hari tetap melayani konsumen sesuai dengan jam yang sudah ditentukan,” ujarnya.

Mahdi Syafar, Sales Executive Retail PT.Pertamina Cabang Ambon yang dihubungi terkait masalah itu, mengatakan stok BBM baik premium, pertalate, pertamax cukup banyak, jadi tidak ada masalah dengan BBM di Kota Ambon.

“Terkait sistem penjualan premium yang dibagi pada pagi dan sore hari oleh pihak SPBU, mungkin saja karena permintaan BBM jenis pertalite di Ambon sekarang ini cukup lancar maka dibagi sistem penjualan,” ujarnya.

“Sesuai hasil evaluasi, sekarang ini permintaan pertalite cukup meningkat di Kota Ambon, jadi mungkin saja untuk mengurangi antrian maka pihak SPBU menerapkan sistem tersebut,” tambahnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: