dari katong par katong samua

PLN Listriki 798 Desa Di Maluku

644

Ambon, Tribun-Maluku.com : Jumlah desa yang dilistriki dari PT PLN (Persero) di Provinsi Maluku hingga 2017 mencapai 798 desa dari total 1.200 desa.

“PLN terus berupaya mewujudkan Provinsi Maluku-Maluku Utara terang pada 2020. Hingga saat ini, jumlah desa yang telah dilistriki oleh PLN di Provinsi Maluku sebanyak 798 desa dari total 1.200 desa. sedangkan di Maluku Utara sebanyak 882 desa dari total 1.199 desa,” kata General Manager PT PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara (PLN M2U) Djoko Dwijatno di Ambon, Rabu (4/10).

Menurut dia, hingga akhir 2017 ditargetkan 844 desa di Maluku dan 889 desa Maluku Utara telah dilistriki oleh PLN.

“Total dana yang disiapkan PLN untuk melistriki desa di Maluku dan Maluku Utara sebesar Rp607 miliar pada 2017, dengan harapan dapat menyambung 20.049 pelanggan baru di dua wilayah provinsi tersebut,” katanya.

Djoko mengatakan, mewujudkan Maluku dan Maluku Utara Terang 2020 PLN membutuhkan dukungan dari seluruh stakeholders di dua provinsi tersebut.

“Kondisi geografis provinsi Maluku dan Maluku Utara yang merupakan wilayah kepulauan, tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi kami untuk dapat melistriki hingga pulau-pulau terluar. Capaian program terang 2020 masih sesuai dengan target yang telah kami tetapkan,” ujarnya.

Dijelaskannya, rasio elektrifikasi PLN di Maluku hingga bulan Agustus 2017 tercatat sebesar 78,59 persen, sedangkan target untuk RE PLN di Provinsi Maluku hingga akhir tahun 2017 yaitu sebesar 79,10 persen.

Untuk di Provinsi Maluku Utara hingga Agustus 2017 tercatat RE PLN telah mencapai angka 77,99 persen dimana telah melebihi target hingga akhir tahun 2017 ini yaitu sebesar 77,41 persen.

Disinggung jumlah pelanggan PLN di Provinsi Maluku dan Maluku Utara hingga bulan September 2017 yaitu sebanyak 522.581 Pelanggan.

“Jumlah tersebut terus bertambah dengan presentase pertumbuhannya sebesar 3.99 persen. Hal ini menandakan bahwa PLN terus berupaya untuk menghadirkan kelistrikan yang andal bagi masyarakat seiring dengan bertambahnya kebutuhan akan listrik di Maluku dan Maluku Utara,” tandas Djoko.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: