dari katong par katong samua

Ditangan Lailossa, RUMAH CETAK GPM Terus Berbenah

138

AMBON-MALUKU. Persaingan industry percetakan dan digital printing di Kota Ambon kian berkembang dengan makin banyaknya jasa percetakan yang mudah ditemui dan semakin menjamur. Apalagi jelang tahun politik 2019 nanti, persaingan kualitas dan harga ditawarkan bagi konsumen untuk bebas memilih.

Salah satu percetakan yang juga menawarkan jasa pencetakan lengkap dengan digital printing adalah Rumah Cetak Gereja Protestan Maluku (GPM) yang sebelumnya dikenal dengan Percetakan GPM. Percetakan yang sudah berdiri di tahun 1986 ini, kian hari terus berbenah menjawab tantangan serta permintaan pasar digital printing.

Demikian disampaikan Pdt. J.F. Lailossa, Direktur Grafika Prima Mitra yang menjadi payung manajemen dari Rumah Cetak GPM kepada redaksi di ruang kerjanya pekan kemarin. Menurut Lailossa, kehadiran Rumah Cetak GPM selain untuk menangani semua cetakan GPM, kini telah membuka sayapnya untuk menerima orderan dari pihak luar dengan hasil yang tak kalah bagusnya.

“Dasar pendirian Percetakan GPM tak lain karena tuntutan akan kebutuhan cetak dari GPM sendiri dimana surat-surat gereja dan lainnya awalnya harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit jika dicetak di luar. Sehingga diputuskan GPM harus memiliki percetakan sendiri agar lebih memudahkan proses cetak mencetak surat-surat Gereja dan kebutuhan cetak lainnya,” jelas Lailossa.

BERDIRI SEJAK 1986
Dari penjelasan Lailossa diketahui, Percetakan GPM awalnya terletak di Jl.Dr Siwabessy Batu Gantung. Sejak berdiri, sudah terjadi berapa pergantian kepemimpinan sebelum pada tahun 2016 Lailossa dipercayakan untuk memimpinnya.

“Awalnya percetakan GPM dipimpin oleh mantan Kepala Percetakan Negara Ambon, A. Soplantila, kemudian W. Lekahena, Y. de Queljue, A. Ruimasa, dan saya dipercayakan memimpin sejak tahun 2016 kemarin sampai saat ini,” terangnya.

Percetakan GPM pernah mengalami musibah dengan terbakarnya gedung percetakan, pasca kebakaran itu, akhirnya dialihkan ke lokasi Sinode GPM yang bertempat di Jl. Pattimura Ambon. Akibat musabah itu, kembali Percetakan GPM terpaksa merintis dari awal lagi dengan menyiapkan peralatan cetak agar bisa dioperasikan untuk mencetak kebutuhan GPM.

Di Jl. Pattimura inilah, wajah percetakan GPM tampak berbeda dan berubah. Gedung percetakan baru yang kemudian dinamakan RUMAH CETAK GPM diresmikan oleh Gubernur Maluku Said Assagaff dan Mantan Ketua MPH Sinode GPM, Pdt. Jhon Ruhulesin pada 11 Agustus 2016. Lailossa yang telah dipercayakan memimpin, mulai melakukan peremajaan sejumah peralatan mesin dan alat-alat cetak lain yang miliki kualitas terbaik.

“Saya mulai melakukan peremajaan mesin untuk menggantikan mesin yang lama. Dan mesin cetak yang dimiliki oleh Rumah Cetak GPM punya kualitas terbaik saat ini. Selain itu, ada juga peralatan cetak lainnya yang juga diganti dengan yang baru agar kita bisa ekspansi keluar menawarkan jasa pencetakan kepada pihak luar. Dan yang terbaru kini Rumah Cetak GPM juga punya mesin cetak baleho dan spanduk yang sudah beroperasi sejak tahun 2017 kemarin,” jelas mantan Ketua Majelis Jemaat GPM Watludan itu.

BANGUN KERJASAMA DENGAN PIHAK LUAR
Selain mencetak surat-surat Gereja dan cetakan GPM lainnya seperti Lembaga Pembinaan Jemaat (LPJ) GPM dan masih banyak lagi yang lain, kini Rumah Cetak GPM sudah menjalin kerjasama dengan pihak pemerintah dan swasta untuk mencetak kebutuhan cetakan mereka.

“Kini kita sementara tangani cetakan dari UKIM, Bank Modern, bahkan ada instansi pemerintah dan swasta yang juga mepercayakan kita (Rumah Cetak GPM) untuk mencetak kebutuhan cetakan mereka,” ungkap Lailossa.

Banyaknya permintaan cetak tersebut, tentunya pasokan bahan baku harus diperhatikan untuk melancarkan kegiatan produksi. Lailossa pun mendatangkan bahan baku langsung dari Surabaya agar ketersediaan tetap ada saat produksi. Namun diakui Lailossa, kekurangan tenaga masih menjadi pergumulannya, karena hingga kedepan untuk dapat bersaing tentunya dibutuhkan kesiapan sumber daya manusia yang handal di bidang grafika demi kelancaran aktifitas percetakan.

“Saya akui kita masih kekurangan sumber daya manusia yang miliki keahlian di bidang grafika, namun untuk sementara tidak menggangu aktifitas produksi dan tetap berjalan dengan lancar. Bahan baku saya datangkan langsung dari Surabaya apalagi di tahun politik ini banyak sekali cetakan yang harus ditangani dan diselesaikan sehingga pasokan bahan baku harus tetap ada,” akuinya.

TERUS BERBENAH
Setelah berubah wujud sebagai salah satu industry grafika dan digital printing di Maluku, Rumah Cetak GPM dituntut untuk lebih siap baik dari sarana prasarana maupun sumber daya manusia agar bisa bersaing. Lailossa yang kini bertugas di Klasis GPM Pulau Ambon ini tak pernah berhenti benahi untuk menjawab apa yang menjadi kebutuhan konsumen. Dukungan penuh dari GPM dan MPH Sinode GPM sebagai pemegang Saham semakin menyemangati Lailossa dan seluruh staf dan karyawan Rumah Cetak GPM untuk siap menantang perubahan.

“Kedepan saya akan berjuang supaya lantai 2 bisa segera dibangun, karena kantor Rumah Cetak GPM akan menempati bangunan lantai 2 sehingga lantai 1 akan dipakai untuk menempatkan mesin-mesin cetak dan operasional kerja percetakan. Bahkan saya ingin agar Rumah Cetak GPM miliki pula mesin cetak offseet agar dapat melayani cetakan offseer,” harap Lailossa, sekaligus menyampaikan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1439 H kepada Basudara Muslim di Maluku.

KUALITAS CETAK YANG BAGUS, JADI SERBUAN TIM CALKADA
Dari pengamatan langsung redaksi, terlihat Rumah Cetak GPM dibanjiri orderan cetakan dari Partai Politik dan Calon Kepala Daerah yang kini bertarung di Pemilihan Gubernur Maluku 2018. Dan atribut salah satu pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur yang banyak dicetak di Rumah Cetak GPM adalah pasangan SANTUN, Said Assagaff dan Anderias Rentanubun.

Boy Matahelemual

Dari informasi yang didapat, mulai dari atribut Natal dan Tahun Baru, Atribut Paskah hingga Atribut Bulan Puasa Ramadhan semuanya dicetak di Rumah Cetak GPM. Hal inipun terkonfirmasi langsung dengan Lailossa, yang mengatakan bahwa Rumah Cetak GPM juga menangani cetakan Atribut dari semua partai Politik dan semua pasangan Calon Kepala Daerah yang ikut Pilkada 2018 ini.

Boy Matahelemual, Salah satu tim pemenangan pasangan Said Assagaff-Anderias Rentanubun (SANTUN) yang ditemui redaksi mengatakan, kualitas cetak dari Rumah Cetak GPM sangat bagus dan memuaskan. Inilah yang membuat Tim SANTUN mencetak hampir semua atribut baik spanduk, Baleho, X-Banner di Rumah Cetak GPM.

“Sejak tahun 2017 kemarin, hampir semua atribut pasangan SANTUN dicetak di Rumah Cetak GPM. Baik Spanduk, Baleho, X-Banner, Kartu nama smeuanya cetak disini karena kualitas cetakannya sangat bagus,” jelasnya.

Matahelemual merasa bangga karena GPM bukan saja sebagai salah satu organisasi Gereja terbesar di Indonesia, namun semakin menunjukan kemandiriannya karena Rumah Cetak GPM bukan saja menjadi rumah cetak bagi GPM yang terdiri dari 34 Klasis dan 700 jemaat lebih, namun sudah menjadi Rumah Cetak bagi semua orang. (AM-08)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: