dari katong par katong samua

Nikjuluw Kebanjiran Aspirasi Saat Reses Di Tiga Lokasi

176

AMBON-MALUKU. Anggota DPRD Kota Ambon asal PDI Perjuangan Dapil Sirimau I, Lucky Leonard Upulatu Nikjuluw Msi banjir aspirasi saat melakukan reses di RT01/08 Kayu Tiga Negeri Soya, Desa Kilang dan RT04/02 Kelurahan Batu Meja.

Berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat kepada Nikjuluw baik menyangkut pemberdayaan, infrastruktur, pelayanan pemerintahan terkait persampahan, dan pemilihan raja yang hingga saat ini tidak berjalan baik akibat sikap cuek dari penjabat raja.

“Aspirasi yang disampaikan warga saat reses, Selasa (29/5) cukup beragam. Semua saya tampung dan saya berusaha untuk perjuangkan semua aspirasi itu, ungkap Nikjuluw kepada Media Ambon Manise, Rabu (30/5) di gedung DPRD Kota Ambon.

Dikatakan untuk pembangunan infrastruktur misalkan jalan lingkungan dan pembangunan talud di kawasan Kayu Tiga, telah diperjuangkan pada APBD Tahun 2018 ini.

“Puji Tuhan, tahun 2018 ini, jalan lingkungan dan pembangunan talud di kawasan Kayu Tiga akan dikerjakan,” ucap ia.

Sementara usulan masyarakat terkait pemberdayaan misalkan pertukangan, lanjut ia telah disampaikan pula dalam Musrembang Kecamatan.

“Saya (Nikjuluw-red) berharap ada intervensi Pemerintah Kota Ambon terkait permintaan masyarakat Kayu Tiga untuk pemberdayaan di bidang pertukangan. Sebab usulan ini sudah disampaikan warga dalam Musrembang Kecamatan,” kata ia.

Nikjuluw juga meminta ketegasan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy terkait proses pemilihan raja di Negeri Kilang Kecamatan Leitimur Selatan yang hingga saat ini tidak berjalan secara baik.

Pejabat Negeri yang dipercayakan untuk memperlancar proses pemilihan raja di negeri itu tidak melaksanakan tugasnya dengan baik.

“Bayangkan sudah satu tahun, proses pemilihan baru sampai ditahap penetapan calon raja. Setelah itu mandek sampai saat ini. Olehnya itu saya (Nikjuluw-red) minta ada ketegasan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy. Penjabat raja Negeri Kilang sebaiknya diganti, karena tidak menjalankan tugas secara baik. Dan kalau ini tidak ditindaklanjuti maka saya menduga Pemkot Ambon sengaja membiarkan proses pemilihan raja ini mandek,” kata ia.

Dikatakan, bukan saja di pemilihan raja di Negeri Kilang tidak berjalan baik, namun hampir semua negeri di Kota Ambon (selain Negeri Hukurila).

“Saya kira sudah ada Perda yang mengatur tentang Pemilihan raja di Kota Ambon, tetapi semua prosesnya tidak berjalan baik. Padahal, kendalanya dari penjabat raja yang sengaja membuat proses pemilihan raja terhambat. Ini butuh sikap tegas Walikota Ambon, Richard Louhenapessy untuk mengevaluasi kinerja penjabat desa/negeri ini, termasuk penjabat negeri Kilang,” ujar ia.

Terkait aspirasi di RT04/02 Kelurahan Batu Meja, lanjut ia, warga meminta pemkot Ambon untuk membantu warga menebang pohon-pohon besar yang mengancam pemukiman penduduk. Karena saat musim hujan, warga ketakutan jangan sampai pohon-pohon besar itu roboh dan menghantam rumah warga.

“Saya bersyukur sudah ada tindaklanjut pemkot melalui Dinas Pemadam kebakaran yang telah menebang beberapa pohon besar yang mengancam rumah warga di kawasan Batu Meja. Saya harap, tindakan ini terus berlanjut di beberapa lokasi lainnya di Batu Meja sehingga warga tidak lagi dihantui saat musim hujan,” kata ia.

Nikjuluw juga meminta Dinas persampahan Kota Ambon agar aktif dalam melakukan tugasnya dilapangan. Khususnya dalam proses pengangkutan sampah yang dinilai warga tidak rutin dilakukan.

“Saya dapat laporan dan pengaduan dari warga Batu Meja, armada sampah hanya 2 kali seminggu melakukan proses pengangkutan sampah di kawasan itu. Akhirnya sampah tertumpuk dan menimbulkan polusi. Olehnya itu saya minta Dinas Persampahan dapat menindaklanjuti persoalan ini. Jangan kita salahkan masyarakat dan desak masyarakat untuk membuang sampah di tempat yang telah disediakan pemerintah dan harus tepat waktu sementara, proses pengangkutan sampah dari TPS tidak dilakukan secara rutin,” tutup ia. (AM-01)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: