dari katong par katong samua

Sufhi Majid Menilai, Dokter Elna, Empati Yang Menyembuhkan

790

AMBONMANISE.COM- Sebagian besar orang yang berumur 70 tahun ketika mendengar tindakan operasi oleh dokter, selalu dihantui rasa was-was.

Sama halnya, pengalaman yang dihadapi ibu dari mantan anggota DPRD Provinsi Maluku, Suhfi Majid.

Dalam pengalamannya yang ditulis dalam akun facebooknya, Kamis (23/8), dua (2) bulan terakhir, ibunya mengeluh, pandangannya kabur. Maklum usia ibunya saat ini 73 tahun, sehingga terjadi penurunan fungsi organ tubuh. Termasuk organ mata.

Olehnya itu, Suhfi Majifd menghubungi salah satu dokter ahli mata di Maluku, Dr Elna Anakotta, Sp.M melalui kontak selulernya untuk memeriksa mata Ibunya.

“Ayo Pak Suhfi. Ke tempat praktek saya di Apotik Natsepa’, kata Dr Elna di ujung telpon. Seperti biasa, ramah dan hangat.

Saat diperiksa ternyata ada katarak di lensa mata ibunya kata dokter Elna Anakotta. Katarak muncul di lensa mata, karena proses penuaan yang menyebabkan perubahan pada  lensa mata. Akibatnya menjadi keruh atau buram. Harus operasi untuk angkat kataraknya. Operasi mata kiri terlebih dahulu. 

“Ibu saya was – was ketika mendengar harus ada tindakan operasi. Dr Elna menghibur Ibu agar tak perlu khawatir. Operasi katarak dilakukan dengan cepat. Menggunakan Phaco Emulsifacation. Prosesnya hanya 15 menit hingga 20 menit. Saya mewanti –  wanti ibu agar rileks. Beban dalam fikiran biasanya menyebabkan beliau sulit tidur. Menjaga suasana relaks agar tekanan darahnya terjaga. Jika di atas 140/80, operasi tidak akan jalan,” tutur ia. 

Hari Selasa, ia mengantar Ibunya ke Klinik Mata Utama Maluku. Klinik milik Dr Elna. Ditensi perawat, tekanan darah sempat naik, 170/80. Oleh dr Elna, menyarankan perawat untuk memberi obat penurun tekanan darah.

“Satu jam setelahnya, tekanan darah ibu sudah pada angka yang stabil, 140/80. “Bisa operasi sekarang”, kata Dr Elna.

Dirinya diijinkan dokter Elna untuk masuk ruang operasi. Melihat proses bedah dari awal hingga selesai. Cukup modern. Proses  operasi yang digunakan adalah Phaco Emulsifikasi. Bahasa sederhananya bedah mata minim sayatan.

Pada operasi Phaco emulsifikasi yang dilakukan oleh Dr Elna, lensa internal mata diemulsikan oleh alat handpieceultrasonik  (kira-kira seukuran jemari tangan) dan kemudian disedot dari dalam mata. Semua proses operasi ditampilkan di layar LCD 21 inchi yang tertempel di dinding ruang operasi.

“Sukses, begitu keriangan dokter Elna menyelesaikan operasi katarak ibu,” kata ia. 

Setelah beristirahat beberapa lama, perawat klinik memberi beberapa jenis obat yang harus diminum. Dokter Elna juga menyampaikan jadwal kontrol pasca operasi.

Dalam perjalanan pulang, sambil menyetir dirinya sempat bertanya kepada Ibunya. Kenapa terlihat kuat ketika operasi. Ibu sumringah menjawab, dokternya baik dan tak henti menyemangati.

“Sosok Dr Elna begitu kuat dibenak Ibu. Ini yang disebut empati yang menyembuhkan,” kesan ia.

Kata Suhfi, ibunya adalah pasien pertama yang dioperasi di klinik Mata Utama Maluku. Klinik mata tersebut baru dua minggu operasi. Peralatan di klinik mata cukup lengkap, masih baru dan canggih. Tentu sangat nyaman dan tepat untuk menangani berbagai keluhan mata. Termasuk operasi seperti katarak dengan Phaco Emulsifacation.

Letak Klinik Mata Utama Maluku mudah dijangkau. Tepat di belakang Rumah Sakit Tentara (RST), Jalan Dr Apituley Silale Ambon.

“Saya tak ragu untuk rekomendasi klinik ini jika ingin berobat berbagai keluhan mata. Datanglah, kita akan menemukan keramahan para perawat klinik dan empati Dr Elna ketika melayani pasien,” ajak Sufhi kepada masyarakat Kota Ambon yang menderita penyakit katarak. (***)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: