Bisnis

Sariayu Martha Tilaar Hadir di HYAS, Bawa Sejarah Panjang Kecantikan Indonesia

Sariayu Martha Tilaar hadir dalam HYAS – Makeup Through the Ages dengan membawa cerita perjalanan panjang industri kecantikan Indonesia dan semangat I-Beauty.

Bisnis 2026-09-09 07:10:44 Jakartakita.com 👁 26 dilihat 0 💬 0

Sariayu Martha Tilaar Hadir di HYAS, Bawa Sejarah Panjang Kecantikan Indonesia

Sariayu Martha Tilaar hadir dalam HYAS – Makeup Through the Ages dengan membawa cerita perjalanan panjang industri kecantikan Indonesia dan semangat I-Beauty.

Sariayu Martha Tilaar Hadir di HYAS, Bawa Sejarah Panjang Kecantikan Indonesia

Perjalanan industri kecantikan Indonesia tidak hanya dibentuk oleh tren, tetapi juga oleh para pionir, gagasan, inovasi, dan karya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Semangat tersebut diangkat dalam HYAS – Makeup Through the Ages yang berlangsung pada 3–6 September 2026 di SPAC8, ASHTA District 8, Jakarta.

Martha Tilaar Group (MTG) turut berpartisipasi dalam pameran tersebut dengan menghadirkan perjalanan industri kecantikan Indonesia dari perspektif perusahaan yang telah berkembang selama lebih dari lima dekade. Salah satu cerita yang ditampilkan adalah perjalanan Sariayu Martha Tilaar dalam mengembangkan kecantikan yang terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya Indonesia.

Melalui area pameran, pengunjung dapat melihat bagaimana Sariayu tumbuh dari gagasan mengangkat warisan Indonesia ke dalam dunia kecantikan, kemudian terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, zaman, dan kebutuhan konsumen.

Foto: Martha Tilaar Group

CEO Martha Tilaar Group, Dr. Kilala Tilaar, mengatakan perjalanan tersebut menjadi bagian dari semangat I-Beauty, yakni menjadikan identitas, kekayaan alam, budaya, dan kreativitas Indonesia sebagai kekuatan untuk membangun brand yang mampu bersaing secara global.

“I-Beauty bukan sekadar tentang menciptakan produk kecantikan yang berasal dari Indonesia. Lebih dari itu, I-Beauty adalah tentang bagaimana identitas, kekayaan alam, budaya, dan kreativitas Indonesia dapat menjadi kekuatan untuk membangun brand yang memiliki daya saing global,” ujar Kilala.

Perjalanan MTG sendiri bermula dari salon kecantikan yang didirikan Martha Tilaar pada 1970. Dalam perkembangannya, perusahaan membangun berbagai lini bisnis kecantikan dengan menjadikan kekayaan alam, budaya, dan kearifan lokal Indonesia sebagai bagian dari identitasnya.

Menurut Kilala, sejarah tersebut menjadi fondasi penting bagi industri kecantikan Indonesia saat menghadapi perubahan yang semakin cepat, terutama dengan berkembangnya media sosial, komunitas digital, dan munculnya berbagai brand baru.

Foto: Jakartakita.com/Henry

“Sejarah bukan sekadar sesuatu yang kita lihat ke belakang. Where we are today is because someone dared to start yesterday. Sejarah adalah fondasi untuk menentukan ke mana kita akan melangkah berikutnya,” katanya.

HYAS – Makeup Through the Ages mengajak pengunjung melihat perkembangan beauty culture Indonesia melalui lebih dari 350 item makeup dari berbagai periode, yang terbagi dalam fase ancient, colonial, dan recent hingga sekitar periode Reformasi Indonesia.

Pameran tersebut juga menampilkan sekitar 200 majalah vintage dan 100 buku langka yang dikumpulkan selama proses riset sekitar sembilan bulan. Konsep pameran memadukan pengalaman museum dan galeri agar pengunjung tidak hanya melihat koleksi, tetapi juga memahami perubahan budaya kecantikan Indonesia dari waktu ke waktu.

Foto: Martha Tilaar Group

Pada hari terakhir pameran, Martha Tilaar turut hadir melihat berbagai instalasi dan koleksi yang menampilkan perjalanan industri kecantikan Indonesia.

Bagi Martha Tilaar Group, kehadiran di HYAS menjadi pengingat bahwa legacy bukan sekadar peninggalan masa lalu. Warisan dapat terus hidup ketika nilai-nilai yang dibangun mampu beradaptasi, berevolusi, dan menemukan relevansi baru di setiap generasi. (Henry)

#Bisnis#Fashion dan Kecantikan#Gaya Hidup#HYAS#I-Beauty#industri kecantikan#Kecantikan Indonesia#Kilala Tilaar#Makeup Through the Ages#Martha Tilaar Group#Sariayu Martha Tilaar
💬Komentar0
DISKUSI BASUDARA

Komentar 0