dari katong par katong samua

Rentanubun : “Ramadhan Saat Indah Jalin Kebersamaan”

196

AMBON-MALUKU. Momentun bulan Ramadhan adalah saat yang paling tepat untuk saling memaafkan dan saling mengampuni. Karena di bulan suci ini, semua dapat lebih mempererat jalinan silaturahmi dan mencairkan segala perbedaan. Inilah yang diharapkan Calon Wakil Gubernur Maluku 2018-2023, Ir.Anderias Rentanubun kepada redaksi untuk menyambut datangnya bulan puasa Ramadhan 1439 H.

“Mari semua umat beragama di Maluku saya harap jadikan momentum Bulan Ramadhan untuk saling memaafkan dan saling mengampuni satu dengan yang lain, agar bisa mencairkan semua perbedaan kita,” pintanya.

Menurut Cawagub nomor urut 1 yang mendampingi Ir. Said Assagaff sebagai Calon Gubernur ini, Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa, bulan penuh berkah, karena apabila bisa melaluinya sesuai ajaran Islam, maka segala amal baik umat-Nya di dunia akan dibalas berlipat ganda oleh Tuhan.

“Puasa adalah sebuah proses yang juga mendidik sesorang untuk menjadi insan yang sabar. Karena dengan menahan hawa nafsu amarah, haus dan lapar, serta hal lainnya yang bisa membatalkan puasa; tentunya kita akan dididk menjadi insan yang selalu bersyukur atas rahmat dan karunia Tuhan. Karena kita akan ikut merasakan bagaimana rasanya menahan rasa lapar dan dahaga seperti yang dirasakan oleh fakir miskin sehingga kita akan lebih peduli terhadap sesama,” ungkap Bupati Maluku Tenggara 2 periode itu.

Selain itu, Puasa menurut Rentanubun juga dimaknai sebagai sarana untuk meningkatkat jalinan persaudaraan antar sesama. Karena suasana terindah yang dinanti-nantikan saat bulan puasa adalah waktunya berbuka bersama dengan sesama, saudara, teman terdekat dan yang paling utama adalah keluarga kita.

Rentanubun menghimbau agar saling menghormati dan menghargai saudara-saudara kita selama bulan puasa, sehingga jalinan persaudaraan antar umat beragama tetap tercermin sebagai salah satu ciri khas kehidupan orang Maluku.

“Jagalah kesantunan dan tetap menghargai saudara-saudara kita selama bulan Puasa, agar jati diri kita sebagai orang Maluku yang menjunjung tinggi “hidop orang basudara” walaupun kita berbeda suku, agama, ras dan golongan,” tutupnya. (AM-08)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: